Ridwan Kamil Bawa Kabar Baik, Kematian dan Keterisian RS Covid-19 di Jabar Turun

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Rabu 21 Juli 2021 23:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 525 2444055 ridwan-kamil-bawa-kabar-baik-kematian-dan-keterisian-rs-covid-19-di-jabar-turun-ACsYwtt55v.jpg Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Foto: Ist)

"Mohon dibantu oleh Kemenkes, treatment atau obat-obatannya untuk tiga penyakit itu," pintanya.

Angka kematian diketahui juga berhubungan dengan cakupan vaksinasi. Kang Emil menyebut, Kota Bandung dan Kota Cirebon memiliki angka kematian yang rendah karena cakupan vaksinasinya sudah tinggi.

"Jadi, kesimpulannya, dengan vaksinasi yang maksimal ternyata tingkat kematiannya juga rendah, di bawah 1 persen," katanya.

Berbeda dengan Kota Banjar, Kabupaten Karawang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Garut, angka kematian akibat Covid-19 di wilayah tersebut cukup tinggi karena cakupan vaksinasinya pun masih rendah.

"Maka kami juga akan fokus meningkatkan vaksinasi di daerah itu," imbuhnya.

Kang Emil pun menyambut baik langkah Kementerian Kesehatan yang akan mengirim jutaan dosis vaksin untuk Jabar pada bulan depan.

"Kata Pak Menkes bulan depan jutaan dosis akan dikirim ke Jabar, itu akan meng-cover daerah yang rendah vaksinasinya," katanya.

Walaupun secara umum tingkat kematian pasien Covid-19 di Jabar sudah menurun, namun Kang Emil menyatakan, pihaknya bakal terus berupaya menekan angka kematian hingga nihil.

Lebih lanjut Kang Emil mengatakan bahwa saat ini, tercatat 40.000 pasien isolasi mandiri (isoman) melakukan telekonsultasi melalui aplikasi Pikobar. Ribuan obat gratis pun sudah disalurkan kepada mereka.

"Sehingga, mayoritas sudah bisa tertangani, apalagi didukung bantuan obat dari pusat," ujarnya.

Kekurangan oksigen di tingkat isoman pun kini sudah bisa terpenuhi. Kang Emil mengatakan, 70 persen persediaan oksigen di Jabar disalurkan untuk rumah sakit dan 30 persen untuk yang isoman.

Sementara itu, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi penurunan angka kematian dan BOR di Jabar. Dia meminta Jabar terus memelihara momentum baik tersebut.

"Di data kami juga Jabar ini angkanya terus mengalami perbaikan. Saya senang dengar kondisi membaik ini," kata Luhut.

Dia berharap, dalam lima hari mendatang atau tepatnya di akhir pemberlakuan PPKM Level 3 dan 4, banyak daerah di Jabar yang masuk level 2.

"Kami berharap lima hari ke depan atau tanggal 26 Juli 2021, banyak daerah Jabar yang masuk level dua," katanya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini