Bansosnya dari Baznas, Kok Tulisan di Amplopnya Nama Bupati Karanganyar dan Istrinya?

Bramantyo, Okezone · Kamis 22 Juli 2021 19:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 512 2444528 bansosnya-dari-baznas-kok-tulisan-di-ampopnya-nama-bupati-karanganyar-dan-istrinya-15t6Bqs3Dz.jpg Ilustrasi pembagian bansos (Foto : Okezone.com/Bramantyo)

KARANGANYAR - Bantuan sosial (Bansos) dari Baznas untuk para pedagang kaki lima (PKL) yang terdampak pemberlakuan PPKM Darurat, berbuntut panjang. Pasalnya, amplop pemberian kompensasi sebesar Rp300 Ribu yang disalurkan Disdagnakertrans terdapat nama Bupati Karanganyar Juliyatmono berserta nama sang Istri Siti Khomsyah.

Informasi yang berhasil dihimpun MNC Portal Indonesia, menyebutkan bila dana kompensasi pada para PKL itu berasal dari bantuan Baznas. Santernya kabar tersebut membuat pihak DPRD Karanganyar berencana memanggil Kadisdagnakertrans untuk dimintai klarifikasi kebenaran kabar tersebut.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Karanganyar Latri Sulistyowati saat dikonfirmasi membenarkan rencana meminta klarifikasi terhadap Kadisdagnakertrans.

"Rencananya kami akan melakukan pemanggilan terhadap Kadisdagnakertrans, hanya saja kapan waktu pemanggilan belum bisa ditentukan. Dengan klarifikasi itu kami berharap akan mendapatkan keterangan yang jelas dan detail duduk permasalahannya," ujar Latri, Kamis (22/7/2021).

Setelah ada laporan dari masyarakat, Komisi B langsung turun ke lapangan memantau pemberian bansos untuk PKL itu. Dan hasilnya, pihaknya tidak menemukan amplop yang bertuliskan nama Bupati dan istri.

"Tak ada nama Bupati dan Istri di amplop itu. amplopnya polosan tak ada namanya,"jelasnya.

Karena itulah, Komisi B harus mencari bukti amplop bertuliskan nama Bupati dan Istri terlebih dahulu. Sebelum meminta klarifikasi dari Disdagnakertrans.

"Arahan dari pimpinan pemanggilan dilaksanakan minggu depan setelah PPKM menunggu saat sudah reda dan baik. Tapi kami harus menemukan amplop bertuliskan nama Bupati dan Istri," terangnya.

Baca Juga : Sambil Sosialisasi Vaksin Keliling, Kapolri Serahkan Bansos ke Warga

Sementara itu anggota DPRD dari PKS Rohadi Widodo saat dimintai komentar mengatakan, apapun sebetulnya kasus itu tidak etis. Sebab Baznas yang membantu itu bukan di bawah struktur pemerintah Karanganyar.

"Coba lihat., Baznas itu bukan di bawah Bupati. Jadi kalau ada tulisan Bupati apalagi dengan istrinya jelas tidak pada tempatnya. Kecuali bantuan itu dari pribadi Bupati atau uang pemerintah, itu bisa saja menggunakan amplop Bupati," kata dia.

"Seharusnya lebih tepat jika bantuan dari Baznas, amplopnya juga bertuliskan Baznas. Perkara bupati yang menyerahkan, itu tidak masalah. Lebih afdol jika Bupati didampingi pengurus Baznas dan Disdagnakertrans, itu baik,"imbuhnya.

Tak hanya soal etika yang dilanggar, ungkap Rohadi, jika dirunut lebih jauh, bisa juga itu penggelapan.

"Kan uang Baznas itu milik orang banyak, uang zakat. Sehingga kalau amplopnya bergambar Bupati, kan sama saja diaku uangnya Bupati? Apa iya Bupati zakatnya segitu untuk bansos 840 orang?"

Rohadi yang wakil ketua DPRD Karanganyar itu mengatakan, soal itu perlu klarifikasi agar lebih gamblang semuanya, dan jelas bahwa bantuan itu bukan duit pemerintah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini