Kota-Kota di Australia Gelar Protes Anti 'Lockdown' Covid-19

Agregasi BBC Indonesia, · Sabtu 24 Juli 2021 17:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 24 18 2445438 kota-kota-di-australia-gelar-protes-anti-lockdown-covid-19-7Tov8CnVZO.jpg Pengunjuk rasa melempari polisi berkuda di Sydney (Foto: EPA)

AUSTRALIA - Kota-kota di Australia menggelar unjuk rasa menentang pembatasan ketat (lockdown) yang diberlakukan untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19.

Ribuan orang berkumpul di Sydney, dengan unjuk rasa yang lebih kecil digelar di Melbourne dan Brisbane.

Orang-orang menyerukan "kebebasan!" sambil berjalan beriringan menuju pusat kota Sydney. Polisi mengatakan mereka telah menangkap 57 orang.

Pemerintah Australia memberlakukan kembali lockdown di seluruh negeri di tengah lonjakan infeksi baru.

Kedatangan virus corona varian Delta yang sangat mudah menular telah menantang strategi yang sebelumnya diterapkan Australia yaitu menutup perbatasan, mengkarantina, dan lockdown cepat yang telah menjaga jumlah kasus tetap rendah.

Tingkat vaksinasi Australia masih yang terendah di antara negara-negara maju, dengan kurang dari 14% populasi sudah divaksinasi.

(Baca juga: Penelitian: Pemimpin Wanita Terbukti Cegah Lebih Banyak Kematian Akibat Covid-19)

Pada Sabtu (24/07) ribuan orang mengadakan iring-iringan menuju pusat kota Sydney melewati daerah suburban Haymarket.

Dikutip ABC News, otoritas kesehatan di New South Wales (NSW) baru saja menetapkan area tersebut sebagai ‘hotspot’ Covid-19.

Beberapa pengunjuk rasa mengangkat plakat bertulisan "Turunkan masker, naikkan suara Anda" dan "Bangunlah, Australia".

Para demonstran memblokir jalan dan berkumpul di luar balai kota Sydney. Satu grup melempar botol ke petugas berkuda.

(Baca juga: Biden Alokasikan Dana Darurat Rp1,4 Triliun untuk Pengungsi Afghanistan)

"Kepolisian NSW mengakui dan mendukung hak-hak individu dan kelompok untuk menggunakan hak kebebasan berekspresi dan berserikat dengan damai, namun, unjuk rasa hari ini adalah pelanggaran terhadap Aturan Kesehatan Masyarakat Covid-19 yang saat ini berlaku," kata lembaga itu dalam pernyataan pers.

Unjuk rasa yang lebih kecil digelar Melbourne dan Brisbane.

Sekitar 13 juta warga Australia - sekitar setengah populasinya - kini kembali dalam lockdown.

Sydney sekarang telah dalam lockdown selama empat minggu, namun terus mencatat kenaikan kasus.

Pemerintah NSW mengumumkan pertambahan infeksi baru mencapai rekor, yaitu 163 kasus baru, pada Sabtu (24/7) ini.

Menteri kesehatan negara bagian Brad Hazzard menyerukan agar negara-negara bagian lain mengirimkan dosis vaksin ekstra ke NSW. Seruan senada sebelumnya disampaikan oleh Perdana menteri negara bagian New South Wales Gladys Berejiklian.

"Jika situasi di New South Wales bertambah buruk, ini dapat menciptakan masalah besar bagi seluruh negeri," terangnya.

"New South Wales adalah pintu masuk ke seluruh Australia,” lanjutnya. Menurut data John Hopkins University, hingga saat ini Australia telah mencatat total 32.594 kasus dan 916 kematian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini