Dijelaskan pula bahwa vaksinasi tersebut merupakan pemberian dosis kedua bagi 610 orang.
Selain itu, Menko Muhadjir juga mengecek ketersediaan obat-obatan di gudang obat dan Puskesmas Sepinggan Baru. Dalam pengecekannya itu, dia mendapatkan laporan, jumlah obat antivirus Covid-19 Osetamifir tinggal 80 tablet, dan Fapiravir tinggal 300 tablet.
Oleh karena itu, Menteri Muhadjir akan melaporkan masalah kurangnya obat tersebut ke pusat supaya segera ada kepastian pasokan tambahan.
Menurut dia, saat ini kebutuhan obat antivirus itu menjadi hal yang sangat penting bagi mereka yang terpapar Covid-19, baik mereka yang tanpa gejala, gejala ringan, maupun gejala berat.
Obat menjadi makin penting karena mereka yang tanpa gejala (OTG) atau bergejala ringan harus menjalani isolasi mandiri di rumah.
Agar keadaannya tidak memburuk, OTG atau yang bergejala ringan juga harus minum obat antivirus tersebut ditambah vitamin.
"Walau tadi Bu Kadinkes juga menyampaikan ada dana dari APBD yang disisihkan untuk menyediakan obat Covid-19 di puskesmas, jumlahnya terbatas," demikian Menko PMK Muhadjir Effendy.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.