Banyak yang Meninggal, Desa di Jombang Tolak Serahkan Warga Positif Covid-19 ke Dinkes

Mukhtar Bagus, iNews · Rabu 28 Juli 2021 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 519 2447092 banyak-yang-meninggal-desa-di-jombang-tolak-serahkan-warga-positif-covid-19-ke-dinkes-tUzgsDOvBQ.jpg Desa Banjarsari, Jombang menolak serahkan pasien Covid-19 ke dinas kesehatan (Foto: Mukhtar Bagus)

JOMBANG - Sebuah desa di Kabupaten Jombang, Jawa Timur menolak menyerahkan penanganan warganya yang terkena Covid-19 ke dinas kesehatan atau rumah sakit.

Pemerintah desa tersebut bertekad merawat sendiri warganya yang terkena Covid-19 dengan membentuk satgas penanganan sendiri, sesuai prosedur yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Langkah ini lakukan untuk melindungi warganya agar tidak semakin drop psikologisnya jika sampai dikirim ke rumah sakit dalam situasi seperti sekarang.

Baca Juga:  Satgas Optimis 2 Sampai 4 Minggu Kasus Covid-19 Terkendali, Ini Syaratnya

Banyaknya jumlah warga yang meninggal dunia akibat Covid-19 di rumah sakit membuat pemerintah Desa Banjarsari di Kecamatan Bandarkedungmuyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur memutuskan menolak menyerahkan warganya yang terkena Covid-19 untuk diisolasi oleh dinas kesehatan.

Pemerintah di desa ini bertekad akan merawat sendiri warganya yang terkena Covid-19. Langkah-langkah yang sudah dilakukan pemerintah Desa Banjarsari tersebut diwujudkan dengan mendirikan sejumlah tempat isolasi untuk warga Banjarsari sendiri yang terkena Covid-19.

Tempat isolasi khusus ini akan dipergunakan jika rumah warga yang terkena Covid-19 tidak memungkinkan untuk dipergunakan isolasi.

Baca Juga:  Kasus Terkait Tabung Oksigen Marak di Tengah Pandemi, Berikut Daftarnya

Sedangkan bagi warga yang menjalani isolasi mandiri di rumahnya, pemerintah desa juga menjamin akan memenuhi seluruh kebutuhan hidup dan perawatannya hingga sembuh. Untuk mendukung program ini, pemerintah desa telah menyiapkan warganya yang menjadi dokter, perawat dan bidan sebagai tenaga medis.

Basyarudin, Kepala Desa Banjarsari mengakui menolak menyerahkan warganya yang terkena Covid-19 ke dinas kesehatan atau rumah sakit pemerintah. Sebab, berdasarkan pengalaman yang sudah terjadi sebelumnya, warga yang dikirimkan ke rumah sakit atau diisolasi dinas kesehatan kurang mendapat penanganan yang baik.

Basyarudin mengaku tidak menyalahkan pemerintah dan memaklumi kejadian tersebut karena mungkin pemerintah sudah kewalahan dengan banyaknya jumlah korban Covid-19 yang datang setiap harinya.

Kini, meski Pemerintah Kabupaten Jombang telah membuat tempat-tempat isolasi di sekolah-sekolah, pemerintah Desa Banjarsari memutuskan tidak akan menyerahkan warganya yang kena Covid-19 ke tempat isolasi buatan pemerintah daerah tersebut.

Saat ini, menurut Basyarudin, ada dua warganya yang terkena Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri. Basyarudin menolak menyerahkan dua warganya tersebut ke dinas kesehatan dan menyatakan akan merawat sendiri.

Setiap hari, pemerintah desa akan rutin memberikan bantuan makanan dan obat-obatan kepada dua warganya tersebut hingga sembuh dengan menggunakan dana desa yang ada.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini