Kejar Herd Immunity, Ridwan Kamil Minta Semua Pihak Kawal Vaksinasi Anak

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Rabu 28 Juli 2021 17:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 525 2447452 kejar-herd-immunity-ridwan-kamil-minta-semua-pihak-kawal-vaksinasi-anak-ENkTVWT6MQ.jpg Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Dok BNPB)

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, meminta semua pihak mengawal vaksinasi bagi anak usia 12-17. Hal itu agar kekebalan kelompok atau herd immunity di Jabar segera terbentuk.

Permintaan tersebut disampaikan Ridwan Kamil saat meninjau Kick Off Vaksinasi Anak di Kabupaten Majalengka dan Ciamis secara virtual dari kantor Dinas Pendidikan Jabar, Kota Bandung, Rabu (28/7/2021).

Vaksinasi anak di Majalengka dan Ciamis dilakukan bertepatan dengan puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Provinsi Jabar tahun 2021. Turut hadir secara virtual Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

"Saya titip monitor kegiatannya, semoga akhir tahun 70 persen warga khususnya Majalengka dan Ciamis tercapai herd immunity," ujarnya.

Untuk mengejar target tersebut, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu sudah menginstruksikan semua jajarannya agar fokus dalam penanganan Covid-19. Bahkan, kata Kang Emil, pihaknya kini menganggap semua perangkat daerah sebagai dinas kesehatan.

"Kita kawal vaksinasi anak sampai Desember 2021. Keluarkan semua jurus dan hari ini semua dinas adalah dinas kesehatan," tuturnya.

Vaksinasi anak di Majalengka digelar di Pondok Pesantren Mufidah dengan sasaran 3.200 anak usia 12-17 tahun dalam sehari. Sementara target keseluruhan vaksinasi anak di Majalengka berjumlah 99.148 orang di 26 kecamatan.

Kang Emil juga meminta Pemkab Majalengka membuat sentra vaksinasi di sekolah, pesantren, dan memanfaatkan mobil keliling untuk menjangkau anak di pelosok.

"Gunakan sekolah sebagai sentra vaksinasi, pesantren, mobil vaksinasi dan gandeng perusahaan sebagai mitra," katanya.

Adapun di Ciamis, vaksinasi anak digelar di rumah sakit ortopedi dengan sasaran 300 orang per hari. Sementara target anak usia 12-17 tahun di seluruh Ciamis yang harus menerima vaksin berjumlah 118.000 orang.

Cakupan vaksinasi Ciamis kini baru 10,47 persen. Angka ini cukup rendah untuk mencapai 70 persen. Namun, antusiasme warga cukup tinggi untuk mendapatkan vaksinasi. Karenanya, Kang Emil pun mendorong percepatan suplai vaksin ke Ciamis.

Baca Juga : Ridwan Kamil: Kepala Daerah Harus Melek Digital 

"Respons yang tinggi dari masyarakat Ciamis harus dibarengi dengan suplai vaksin yang lancar ke Ciamis jangan sampai drop vaksin terlambat," katanya.

Sementara itu, Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati turut menyemangati anak yang akan divaksin. Dia mengajak semua anak di Jabar divaksin saat ada kesempatan. Menurutnya, anak yang sudah divaksin akan menjadi pahlawan bagi dirinya dan orang lain.

"Saya mengajak anak-anak di Jabar segera vaksinasi, tak perlu takut karena dengan divaksin telah menjadi pahlawan yang melindungi diri sendiri dan orang lain dari paparan Covid-19," tuturnya.

Dalam momentum peringatan HAN 2021 tingkat Jabar, Menteri PPPA memberikan apresiasi kepada Gubernur Jabar yang terus berkomitmen dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak.

"Apresiasi kepada Gubernur Jabar dan jajarannya yang tidak hanya menyelenggarakan rangkaian kegiatan tapi terus memberikan komitmen dan kerja nyata dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak di Jabar," katanya.

Ia menjelaskan, UU Perlindungan Anak menyebutkan ada empat hak dasar anak yaitu hak hidup, tumbuh dan berkembang, mendapat perlindungan, serta hak berpartisipasi. Empat hak tersebut harus dijamin pemenuhannya oleh semua pihak tak hanya pemerintah.

"Terpenuhinya hak-hak dasar anak ini akan mendukung tumbuh kembang anak Indonesia secara optimal, karenanya hak dasar harus dapat dinikmati semua anak tanpa terkecuali dalam situasi sesulit apapun," katanya.

Dalam kesempatan itu, Ridwan Kamil juga melantik kepengurusan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Jabar sekaligus mengukuhkan pengurus Forum Genre Jabar masa bakti 2021-2023.

Selain itu, Ridwan Kamil juga meluncurkan program Stop Perkawinan Anak (Stopan) Jabar yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana sebagai upaya mencegah pernikahan dini, apalagi saat pandemi Covid-19.

Peluncuran Stopan Jabar diiringi penandatanganan komitmen bersama antara Pemda Provinsi Jabar dengan tiga instansi vertikal, yaitu Pengadilan Tinggi Jabar, BKKBN Jabar, dan Kanwil Kemenag Jabar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini