Didakwa Lakukan Provokasi, Miliarder China Dijatuhi Hukuman 18 Tahun Penjara

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 29 Juli 2021 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 18 2447774 didakwa-lakukan-provokasi-miliarder-china-dijatuhi-hukuman-18-tahun-penjara-m8Fb9xvnCt.jpg Sun Dawu. (Foto: AFP)

BEIJING - Seorang miliarder China terkemuka telah dijatuhi hukuman 18 tahun penjara atas tuduhan melakukan provokasi. Ini adalah kasus terbaru dari serangkaian hukuman terhadap bos perusahaan yang mengkritik pemerintah.

Sun Dawu menjalankan salah satu bisnis pertanian swasta terbesar di China, di Provinsi Hebei. Di masa lalu, pengusaha berusia 67 tahun itu telah banyak bicara tentang hak asasi manusia dan topik-topik politik sensitif lainnya.

BACA JUGA: Eks Diplomat Inggris Ramalkan Penggulingan Presiden China Xi Jinping 

Diwartakan BBC, Sun dinyatakan bersalah karena "menimbulkan pertengkaran dan memprovokasi masalah", tuduhan yang sering digunakan terhadap para aktivis. Tuduhan lain terhadapnya termasuk menduduki lahan pertanian secara ilegal, mengumpulkan massa untuk menyerang lembaga negara dan menghalangi pegawai pemerintah melakukan tugas mereka.

Selain hukuman penjara, Sun juga dijatuhi denda sebesar 3,11 juta yuan (sekira Rp6,9 miliar).

Perusahaan Sun adalah salah satu yang terbesar di China, dengan bisnis mulai dari pemrosesan daging dan makanan hewan peliharaan hingga sekolah dan rumah sakit.

Dia dilaporkan ditahan tahun lalu, bersama dengan 20 kerabat dan rekan bisnis, atas sengketa tanah dengan pertanian yang dikelola pemerintah.

BACA JUGA: Aktivis Uighur Buronan Interpol Ditangkap di Maroko 

Dilaporkan AFP, pada saat itu, Sun mengatakan puluhan karyawannya terluka dalam insiden dengan polisi terkait perselisihan tersebut. Sun dikatakan dekat dengan beberapa pembangkang politik China terkemuka dan di masa lalu mengkritik kebijakan pedesaan pemerintah.

Dia adalah salah satu dari sedikit orang yang secara terbuka menuduh pemerintah menutupi wabah flu babi Afrika, yang mempengaruhi peternakannya pada 2019, dan kemudian menghancurkan sebagian besar industri negara itu.

Pada 2003 dia dijatuhi hukuman penjara atas tuduhan "penggalangan dana ilegal" tetapi kasus itu dibatalkan setelah curahan dukungan dari aktivis dan masyarakat.

Sun dilaporkan membantah banyak tuduhan terhadapnya dalam sidang pra-persidangan, menggambarkan dirinya sebagai "anggota partai Komunis yang luar biasa". Namun, dia dilaporkan mengakui melakukan kesalahan, termasuk memposting pesan secara online.

"Cara mereka menyelidiki saya sekarang membuat orang-orang yang dekat dengan kita menderita dan mereka yang membenci kita bersukacita. Saya ingin mengambil tuntutan atas diri saya sendiri, bahkan jika itu berat, dengan imbalan pembebasan orang lain. Kami adalah orang-orang yang telah berjasa bagi masyarakat,” ujarnya.

China telah menindak bisnis dan pengusaha di negara itu. Perusahaan teknologi besar termasuk Alibaba, Didi dan Tencent sedang diselidiki untuk berbagai masalah peraturan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini