Hingga saat ini status Merapi masih siaga atau level III. Untuk kegempaan gempa Guguran sebanyak 56 kali dengan amplitudo : 4-45 mm dan durasi antara 21-174 detik. Gempa hembusan sebanyak 8 kali, gempa fase banyak 79 kali, gemla vulkanik dangkal 21 kali, dan gempa tektonik jauh satu kali.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Untuk itu, masyarakat diharapkan tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
"Masyarakat juga kami minta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan," lanjut Hanik.
Selain itu, pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.
(Sazili Mustofa)