BOR RS di Jabar Turun, Ridwan Kamil Usul Pengetatan Mikro ke Pemerintah Pusat

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Sabtu 31 Juli 2021 04:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 525 2448737 bor-rs-di-jabar-turun-ridwan-kamil-usul-pengetatan-mikro-ke-pemerintah-pusat-wsvqvkEAib.jpg Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Humas Pemprov Jabar)

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengusulkan agar pemerintah pusat menerapkan pengetatan skala mikro di Jabar seiring semakin turunnya tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit rujukan Covid-19 di daerah tersebut.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengungkapkan, setelah sempat mencapai puncaknya hingga lebih dari 90 persen pasca-Lebaran lalu, BOR rumah sakit rujukan COVID-19 Jabar kini turun drastis menjadi hanya 55,17 persen atau di bawah ambang batas aman yang ditentukan WHO yakni 60 persen.

"BOR kita per tanggal 30 Juli sudah di 55,17 persen. Ini sudah melewati batas kedaruratan dari WHO," ungkap Kang Emil di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Jumat (30/7/2021).

Menurut Kang Emil, turunnya BOR rumah sakit rujukan Covid-19 di Jabar tak lepas dari penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), kedisipilan masyarakat, dan treatment kepada pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman).

"Puncaknya (BOR) 91 persen bulan lalu. Ini berkat kerja keras semua," ujar Kang Emil.

Dia berharap, turunnya BOR ini juga berdampak pada keterkendalian kasus aktif, kematian, dan kesembuhan pasien. Dengan demikian, kebijakan pengetatan bisa diturunkan.

Baca Juga : Ridwan Kamil Sebut BOR di RS Turun Jadi 60,17% dan Pusat Isolasi 33,5%

"Sehingga pengetatan-pengetatan akan kami usulkan kepada pemerintah pusat supaya berbasis mikro," kata Kang Emil.

Ia menjelaskan, usulan tersebut perlu disampaikan kepada pemerintah pusat. Pasalnya, tidak semua wilayah di Jabar memiliki kondisi kedaruratan yang sama. Kang Emil, menyebut ada beberapa wilayah mikro di Jabar yang berstatus zona hijau yang tidak perlu pembatasan yang terlalu ketat.

"Agar lebih adil, di dalam satu tempat mungkin ada yang merah, tapi ada juga yang hijau. Harusnya tidak dipersamakan seperti yang dialami sebulan terakhir," tuturnya.

Meski sudah turun, Kang Emil meminta warga Jabar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan pakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini