Ridwan Kamil Sebut BOR di RS Turun Jadi 60,17% dan Pusat Isolasi 33,5%

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Kamis 29 Juli 2021 23:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 525 2448179 ridwan-kamil-sebut-bor-di-rs-turun-jadi-60-17-dan-pusat-isolasi-33-5-YUVJcOPsy3.jpg Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Dok Ist)

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19 dan pusat-pusat isolasi terus menurun.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menyebutkan, BOR RS rujukan Covid-19 di Jabar kini sudah berada di angka 60,17 persen, BOR pusat isolasi 33,5 persen.

"Secara umum ada penurunan jumlah pasien di pusat isolasi maupun rumah sakit. BOR pusat isolasi kami rata-rata di 33,5 persen dan BOR rumah sakit sekitar 60,17 persen," sebut Kang Emil dalam konferensi pers virtual, Kamis (29/7/2021).

Kang Emil meyakinkan, pihaknya terus berupaya menekan jumlah kasus positif aktif, termasuk tingkat kematian pasien, khususnya yang tengah menjalani isolasi mandiri (isoman).

Sejumlah upaya telah dilakukan, mulai dengan membagikan obat gratis bagi pasien Covid-19 hingga program pinjam pakai tabung oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Ada sekitar 2.000 tabung oksigen dari pemprov sedang bersirkulasi, kemudian telemedicine ada sekitar 2.000 pertanyaan dari warga isoman,” kata dia.

Selain itu, lanjut Kang Emil, pihaknya mengerahkan sekitar 300.000 relawan berbasis RT yang bertugas menelusuri orang yang terkonfirmasi Covid-19.

Baca Juga : Kejar Herd Immunity, Ridwan Kamil Minta Semua Pihak Kawal Vaksinasi Anak

"Mereka terus memperbarui laporan atau temuan kasus melalui sistem digital tracer. Data ini kemudian disampaikan oleh koordinator untuk dilaporkan kembali ke pusat berbasis puskesmas," tuturnya.

Tidak hanya itu, pihaknya terus berupaya meningkatkan kapasitas laboratorium kesehatan. Saat ini, kapasitas pengecekan di 126 laboratorium kesehatan yang tersebar di Jabar mencapai 25.000 sampel per hari.

"Kita menargetkan kapasitas bisa terus naik hingga empat kali lipat dari yang ada saat ini," katanya.

Meski begitu, Kang Emil mengakui bahwa tingkat kematian pasien Covid-19 di sejumlah daerah di Jabar terbilang masih tinggi. Dia menyebutkan tiga daerah dengan tingkat kematian tertinggi, yakni Garut, Karawang, dan Tasikmalaya.

"Tingkat kematian kita (Jabar) di 1,5 persen per hari ini, cukup naik dari dari minggu sebelumnya 0,08 persen. Ada tiga kota kabupaten yang tingkat kematiannya tertinggi, yakni Kabupaten Garut 4,08 persen, Kabupaten Karawang 4,02 persen dan Tasikmalaya 3,51 persen," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini