PADA pertengahan abad 16 bangsa Portugis dan Spanyol datang ke Indonesia dalam usaha mencari rempah-rempah, yang akan diperdagangkan di Eropa. Pada saat yang sama, bangsa Inggris dan kemudian bangsa Belanda datang ke Indonesia juga.
Dengan VOC-nya bangsa Belanda menindas bangsa Indonesia, termasuk rakyat Jawa Tengah baik dibidang politik maupun ekonomi. Demikian dikutip dari jatengprov.go.id.
Baca juga: Kisah Ki Ageng Henis, Leluhur Raja Mataram dan Guru Jaka Tingkir
Di awal abad 18 Kerajaan Mataram diperintah oleh Sri Sunan Pakubuwono II, setelah beliau wafat muncul perselisihan di antara keluarga raja yang ingin memilih atau menunjuk raja baru.
Baca juga: Kisah Nyimas Utari, Mata-Mata Mataram yang Membunuh Gubernur Jenderal Belanda Jan Pieterszoon Coen
Perselisihan bertambah keruh setelah adanya campur tangan pemerintah Kolonial Belanda pada perselisihan keluarga raja tersebut. Pertikaian ini akhirnya diselesaikan dengan Perjanjian Gianti tahun 1755.
Kerajaan Mataram terbagi menjadi dua kerajaan yang lebih kecil yaitu Surakarta Hadiningrat atau Kraton Kasunanan di Surakarta dan Ngayogyakarta Hadiningrat atau Kraton Kasultanan di Yogyakarta.
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.