Dokter-dokter di Nigeria Mogok Kerja, Tuntut Pembayaran Gaji

Antara, · Selasa 03 Agustus 2021 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 18 2450342 dokter-dokter-di-nigeria-mogok-kerja-tuntut-pembayaran-gaji-OzkmvceqYf.jpg Seorang dokter memeriksa seorang anak di Abuja, Nigeria, Maret 2021. (Foto: Shutterstock/Antara)

ABUJA - Para dokter residen rumah-rumah sakit umum Nigeria pada Senin (2/8/2021) mulai mogok kerja, tanpa menentukan batas waktu, di tengah lonjakan penularan virus corona. Mereka mengeluhkan pembayaran gaji dan tunjangan yang tertunda, kata serikat dokter.

Dokter-dokter Nigeria kerap melakukan pemogokan dengan alasan menghadapi pelayanan yang buruk.

BACA JUGA: Gorila Terlangka di Dunia Terekam Kamera, Jumlahnya Tersisa 300 Ekor

Tahun lalu, banyak dokter keluar dari pekerjaan hingga tiga kali, termasuk dengan menyampaikan tuntutan untuk mendapat tunjangan merawat pasien-pasien Covid-19.

Okhuaihesuyi Uyilawa, ketua Asosiasi Nasional Dokter Residen (NARD), mengatakan mogok kerja sudah dimulai pada Senin pagi.

Ia menuturkan bahwa pemerintah belum menghubungi serikat pekerja sejak NARD menyampaikan pemberitahuan soal pemogokan tersebut.

Ketika ditanya apakah pemogokan akan memengaruhi upaya vaksinasi Covid-19, Uyilawa mengatakan kepada Reuters melalui pesan telepon seluler, "Kelaparan lebih buruk daripada Covid-19. Kami telah kehilangan 19 anggota karena Covid-19, tanpa memiliki asuransi jiwa."

BACA JUGA: Kelompok Militan Serang Kota Faru Nigeria, 45 Orang Dilaporkan Tewas

Menteri kesehatan mengatakan dalam pernyataan bahwa pihaknya melibatkan para dokter yang mogok kerja dalam upaya menyelesaikan masalah dengan cepat.

Kemenkes menambahkan bahwa direktur medis harus memastikan bahwa pemberian layanan tidak terganggu.

Nigeria sejak pertengahan Juli mengalami peningkatan kasus virus corona.

Menurut berbagai data resmi, ada sekitar 174.315 kasus dan 2.149 kematian sejak virus tersebut mulai mewabah pada awal 2020.

Melalui pernyataan pada Sabtu (31/7/2021), NARD mengatakan bahwa para anggotanya terpaksa mogok kerja karena sudah berbulan-bulan kekurangan gaji.

Selain itu, kata NARD, alasan lainnya adalah para dokter tidak mendapat pembayaran tunjangan dan bahwa rumah-rumah sakit kekurangan tenaga kerja.

Negara Bagian Lagos mengatakan pemogokan oleh dokter merupakan keputusan yang tergesa-gesa. Otoritas Lagos memohon para dokter anggota NARD untuk menahan diri.

Dokter residen adalah lulusan sekolah kedokteran yang sedang menjalani pelatihan untuk menjadi dokter spesialis. Keberadaan mereka bagi Nigeria sangat penting dalam perawatan kesehatan di garis depan karena mereka mendominasi pelaksanaan tugas di bangsal darurat di rumah sakit.

Uyilawa mengatakan serikatnya mewakili 16.000 dokter dari total 42.000 dokter di negara terpadat di Afrika tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini