Kapolda Optimis NTB Bisa Lepas dari Pandemi Covid-19

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 05 Agustus 2021 19:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 340 2451556 kapolda-optimis-ntb-bisa-lepas-dari-pandemi-covid-19-ErIirN8aYU.jpg Kapolda NTB Irjen M Iqbal meninjau vaksinasi untuk mahasiswa (Foto : Istimewa)

JAKARTA - Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Vaksinasi Presisi Merdeka Goes to Campus dengan menggandeng OKP Cipayung Plus selama tiga hari berturut-turut.

Kapolda NTB Irjen Mohammad Iqbal berharap dengan adanya kolaborasi antara Polri dan elemen mahasiswa, maka Herd Immunity terhadap virus corona bakal segera terwujud. Dengan begitu, Pulau Seribu Masjid akan segera lepas dari Pandemi Covid-19.

"Dalam momentum Bulan Kemerdekaan RI ini, mari kita merahkan semangat kita dan putihkan NTB ini dari virus Covid-19. Saya yakin apabila civitas akademika UIN dan mahasiswa bergerak sebagai fungsinya, sebagai agent of change, NTB bisa lepas dari pandemi Covid-19. NTB bisa menjadi contoh provinsi yang masyarakatnya patuh protokol kesehatan dan tertib dalam melaksanakan vaksinasi," kata Iqbal saat menutup acara seribu vaksinasi di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Kamis (5/8/2021).

Eks Kadiv Humas Polri itu menyatakan seribu vaksinasi yang digelar hari ini di UIN sebenarnya bukan sebagai akhir dari akselerasi vaksinasi. Melainkan, merupakan ikhtiar awal untuk menggerakkan para mahasiswa menjadi agen perubahan di tengah Pandemi Covid-19.

Iqbal menyebut, bahwa vaksinasi bagi masyarakat dilakukan gratis dan terbuka di Polda NTB dan tempat-tempat yang disediakan Pemprov NTB.

Oleh karena itu, Iqbal mengajak mahasiswa menjadi agen untuk menyelamatkan masyarakat NTB dari bahaya pandemi Covid-19. Mantan Wakapolda Jawa Timur itu juga meminta OKP Cipayung Plus sebagai wadah organisasi kemahasiswaan tidak melupakan fungsinya itu.

"Adik-adik mahasiswa dikenal memiliki peran kontrol sosial terhadap kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara. Masa depan negara kita terletak pada pemuda, khususnya mahasiswa," ujar Iqbal.

Vaksinasi Merdeka di NTB

Baca Juga : Epidemiolog: Sirkulasi Udara yang Buruk Perparah Penyebaran Covid-19

Di sisi lain, Iqbal juga berterima kasih kepada Rektor UIN Mataram Prof H Masnun Tahir yang turut berkontribusi dalam pelaksanaan seribu vaksinasi ini. Mantan Kapolrestabes Surabaya ini meminta dukungan dan peran serta Masnun dalam menjalankan program-program penanganan Covid-19 di NTB.

"Kami tidak bisa sendirian menghadapi pandemi Covid-19 ini. Pemerintah pusat, Pemda NTB, TNI, Polri, tidak bisa bergerak sendiri. Kami butuh dukungan penuh dari semua pihak, termasuk insan perguruan tinggi," ucap Iqbal.

Baca Juga : Tinjau Vaksinasi Merdeka, Kapolri: Targetnya 150.000 Dosis Per Hari

Sementara itu, Rektor UIN Mataram Prof H Masnun Tahir menyampaikan terima kasih kepada Kapolda NTB, Pemda NTB, dan OKP Cipayung Plus yang sudah bersinergi dengan pihaknya. Dia menyampaikan Vaksinasi Presisi Merdeka TNI-Polri sebanyak seribu dosis untuk mahasiswa UIN Mataram terlaksana dengan baik.

"Vaksinasi ini memang sangat ditunggu oleh civitas akademika UIN Mataram. Makanya kami berterima kasih kepada Pak Kapolda atas inisiasinya dan telah memfasilitasinya. Semoga terus dilakukan di kampus yg lain sebagai bentuk kerja nyata untuk melawan Covid-19. Semoga sinergitas ini tetap terjaga," kata dia.

Ketua PWNU NTB itu juga mendorong Pemda dan Polda NTB serta pihak terkait terus menggalakkan vaksinasi massal. Dia menilai masih banyak masyarakat NTB yang masih membutuhkan vaksinasi. Di sisi lain, Masnun juga mendorong para mahasiswa mengambil bagian sebagai agen yang mengampanyekan pentingnya protokol kesehatan dan vaksinasi.

"Statement Pak Kapolda ini senapas dengan arahan dan instruksi Pak Menteri Agama beberapa waktu lalu agar seluruh civitas akademika Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, termasuk UIN Mataram, agar menjadi agen utama literasi tentang pandemi dan mengajak masyarakat luas untuk mengikuti vaksin," kata dia.

Salah satu anggota OKP Cipayung Plus sekaligus Ketua PKC PMII Bali-Nusa Tenggara Azis Muslim mengharapkan mahasiswa harus mengingat perjuangan Indonesia selama dijajah kolonialisme selama 350 tahun. Masyarakat Nusantara terus melawan. Dia mengharapkan perjuangan itu bisa dimaknai agar maju bersama di tengah pandemi ini, khususnya di bulan Kemerdekaan RI ini.

"Kita harus lawan Corona ini dengan menegakan protokol kesehatan. Vaksinasi Presisi Merdeka ini harus kita dukung atau kita dorong, karena saat bangsa ini ada wabah. Kita harus bergandeng tangan dan berkolaborasi. Kita apresiasi langkah pemerintah untuk melawan Covid-19 ini," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini