Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Komunitas Nanshan, Jejak Indonesia di Fujian China

Antara , Jurnalis-Kamis, 12 Agustus 2021 |17:28 WIB
Komunitas Nanshan, Jejak Indonesia di Fujian China
Deretan restoran masakan Indonesia di Komunitas Nashan, Quanzhou, Provinsi Fujian, China timur. (Foto: Xinhua/Antara)
A
A
A

Dahulu kala, rempah-rempah menjadi komoditas ekspor penting bagi Indonesia di sepanjang Jalur Sutra Maritim. Pada 25 Juli tahun ini, Quanzhou, kampung halaman Fu yang juga menjadi titik awal jalur kuno tersebut, diresmikan sebagai warisan dunia ke-56 China lantaran perdagangan maritimnya yang makmur selama abad ke-10 hingga ke-14. Sejak periode itu, warga China dari beberapa generasi telah merantau dan mencari nafkah di luar negeri.

Komunitas Nanshan

Pada 1961, Cai Jinji yang kala itu berusia 19 tahun, menaiki kapal dari Pulau Bali bersama ratusan warga China lainnya lalu bermukim di Quanzhou, kampung halaman bagi banyak warga China perantauan. Sejak saat itu, Komunitas Nanshan pun terbentuk.

Enam puluh tahun kemudian, Cai Jinji masih lancar berbicara Bahasa Indonesia. Setelah pensiun, pria tersebut kerap mengajarkan bahasa tersebut kepada anak-anak di Nanshan selama libur sekolah.

Tidak saja dengan bahasa, warga Nanshan mengingat Indonesia melalui banyak cara. Banyak di antara mereka memakai batik dan sarung, pakaian tradisional Indonesia dengan motif aneka warna. Pada malam hari, mereka menari dengan terampil diiringi lagu-lagu Indonesia di lapangan komunitas tersebut.

Hubungan dekat Nashan dengan Indonesia merupakan jembatan komunikasi antarnegara. Sebelum pandemi, selama sekitar dua dekade, orang-orang dari Komunitas Nanshan dan Pulau Bali saling berkunjung setiap tahunnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement