Sekolah merupakan tempat untuk menuntut ilmu, dimulai dari jenjang kelompok bermain hingga jejang universitas. Selain sebagai tempat belajar sekolah merupakan tempat untuk bersosialisasi mulai dari guru, sesama teman dan perangkat sekolah lainnya.
Sekolah juga merupakan faktor yang cukup besar dalam pembentukan karakter seseorang sebagai manusia. Namun semenjak Covid-19 aktivitas terhalang untuk belajar dan mengajar di sekolah. Sejak pandemi Covid-19 Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sudah dilakukan secara daring atau online.
“Tantangannya adalah bagaimana kita mencari solusi dalam keterbatasan karena waktu pembelajaran berkurang, sementara kita harus mengejar target kurikulum Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Selain itu, kita harus mencari pola komunikasi yang tepat dengan orang tua sebagai mitra di rumah dalam memantau belajar siswa,” tutur Melina Muhajah, Guru SDIT Rahmaniyah Depok.
BACA JUGA: Kisah Inspiratif Ibu Maria Yosephina Kunjungi Para Muridnya Selama Masa Pandemi
Memang hal ini tentu tidak mudah. Selain dari sisi guru, banyak siswa yang mengeluh, karena belajar seperti ini tak efektif. Mereka harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyimak materi di layar monitor, belum lagi akses keterbatasan internet yang mengahambat dalam belajar, terutama di daerah-daerah.