Masa Pandemi Memotivasi Para Guru Terus Berinovasi Demi Mendidik Anak-anak Bangsa

Yaomi Suhayatmi, · Minggu 15 Agustus 2021 07:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 15 1 2455786 masa-pandemi-memotivasi-para-guru-terus-berinovasi-demi-mendidik-anak-anak-bangsa-qwa2fn1orx.jpg Oniwati Guru SDN 2 Lebakparahhiyang, Lebak, Banten mengajar di rumah siswa karena tidak semua murid memiliki gadget untuk belajar PJJ

Sekolah merupakan tempat untuk menuntut ilmu, dimulai dari jenjang kelompok bermain hingga jejang universitas. Selain sebagai tempat belajar sekolah merupakan tempat untuk bersosialisasi mulai dari guru, sesama teman dan perangkat sekolah lainnya.

Sekolah juga merupakan faktor yang cukup besar dalam pembentukan karakter seseorang sebagai manusia. Namun semenjak Covid-19 aktivitas terhalang untuk belajar dan mengajar di sekolah. Sejak pandemi Covid-19 Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sudah dilakukan secara daring atau online.

“Tantangannya adalah bagaimana kita mencari solusi dalam keterbatasan karena waktu pembelajaran berkurang, sementara kita harus mengejar target kurikulum Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Selain itu, kita harus mencari pola komunikasi yang tepat dengan orang tua sebagai mitra di rumah dalam memantau belajar siswa,” tutur Melina Muhajah, Guru SDIT Rahmaniyah Depok.

BACA JUGA: Kisah Inspiratif Ibu Maria Yosephina Kunjungi Para Muridnya Selama Masa Pandemi

Memang hal ini tentu tidak mudah. Selain dari sisi guru, banyak siswa yang mengeluh, karena belajar seperti ini tak efektif. Mereka harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyimak materi di layar monitor, belum lagi akses keterbatasan internet yang mengahambat dalam belajar, terutama di daerah-daerah.

Hal ini seperti dirasakan oleh Oniwati, Guru SDN 2 Lebakparahiang, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. “Karena di kampung jadi kami terhalang oleh signal, belum lagi keluhan orang tua tentang harga kuota yang mahal,” tuturnya.

Selain itu, lanjut guru yang mengajar di kelas lima SD ini, tidak semua orang tua siswa di sekolah tempanya mengajar, mampu membeli gadget seperti hp, apalagi personal komputer dan laptop seperti di kota-kota besar.

“Kalau yang punya hp tugas untuk siswa dikirim ke WA group, kalau yang tidak punya hp, seminggu dua kali saya keliling rumah siswa untuk belajar tatap muka di rumah,” tutur wanita berkerudung ini. Memang di saat pandemi yang penuh keterbatasan ini, guru seperti dirinya dipacu untuk melakukan berbagai cara agar proses KBM dapat berjalan.

Para guru juga dituntut untuk berdaptasi dengan teknis pembelajaran dengan metode E-learning memanfaatkan tekonologi informasi dan komunikasi sesuai perkembangan jaman. Inilah yag membuat guru menciptakan inovasi dalam memberikan materi belajar mulai dari, mengajak menggambar bersama, membuat video, membuat film, mendongeng, dan menggugahnya di sosial media.

“Kasian kalau kita sebagai guru tidak berusaha menyesuaikan dengan keadaan. Kalau orang tua siswanya kebetulan pintar, bisa ajarin anaknya. Tapi kalau orang tuanya kurang pengetahuan dan tidak bisa mengajarkan anaknya, ini kan yang kasihan siswanya. Makanya sebagai guru kita harus berusaha bagaimanapun caranya,” kata Ibu Guru Oni dengan penuh semangat.

Sejalan dengan revolusi mental setiap guru diuji untuk integritasnya sebagai pengajar dengan berpikir kreatif dan berinovasi untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sesuai perkembangan jaman.

Untuk itu, sudah seyogianya bapak dan ibu guru mendapatkan apresiasi atas dedikasinya tidak mengenal lelah dalam melakukan terobosan baru untuk terus mendidik anak anak Indonesia.

“Pandemi ini mengharuskan kita untuk terus berinovasi. Misalnya, ketika harus menyiapkan video pembelajaran, setelah menyiapkan videonya, kita juga harus ngoreksi hasil anak. Beda kalau tatap muka ketika anak-anak diberikan materi dan dikasih latihan, saat itu langsung dikoreksi dan dibahas, di sinilah tantangannya,” tutur guru yang akrab disapa Ibu Melly ini.

Melina Muhajah, Guru SDIT Rahmaniyah Depok, Jawa Barat memandu para siswa melalui PJJ


Begitulah perjuangan Oniwati dan Melina Muhajah, dua guru yang terus semangat mengajar di tengah keterbatasan di masa pandemi. Selain mereka berdua, tentunya masih banyak para guru yang saat ini terus berjuang demi mencetak generasi masa depan.

Walaupun dunia pendidikan sedang di masa yang sulit, tapi para guru sepenuhnya memahami pelayanan Pendidikan harus berjalan dengan baik sebagai bentuk perwujudan Indonesia Melayani. Agar bangsa kita tidak menjadi bangsa yang tertinggal, kita harus mampu menyusaikan di situasi apapun, sehingga bangsa kita bisa mencetak generasi demi kemajuan bangsa, ayo berubah demi Indonesia lebih baik. Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh.

CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini