Usai Mengundurkan Diri, PM Malaysia: Saya Harap Pemerintahan Baru Dapat Segera Ditunjuk

Susi Susanti, Koran SI · Senin 16 Agustus 2021 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 16 18 2456372 usai-mengundurkan-diri-pm-malaysia-saya-harap-pemerintahan-baru-dapat-segera-ditunjuk-JvMdl4dJOb.jpg PM Malaysia saat tampil di siaran langsung di televisi usai mengundurkan diri (Foto: Tangkapan layar/Facebook)

KUALA LUMPURPerdana Menteri (PM) Malaysia yang baru saja mengundurkan diri Tan Sri Muhyiddin Yassin berharap pemerintahan baru segera ditunjuk usai dirinya mengundurkan diri.

"Saya berharap pemerintahan baru dapat segera ditunjuk sehingga pemerintahan tidak akan terganggu,” terang Muhyiddin dalam pidato yang disiarkan televisi pada Senin (16/8).

"Anda tidak perlu khawatir. Kabinet saya telah memesan lebih dari cukup vaksin untuk Anda semua, dan jika program vaksinasi berjalan dengan baik, Anda semua akan mendapatkan vaksinasi pada akhir Oktober, insya Allah,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu, dia pun mengakui kehilangan mayoritasnya di Parlemen. "Saya tidak akan berkonspirasi dengan kleptokrat, atau mengganggu peradilan atau membelakangi Konstitusi untuk tetap berkuasa,” ujarnya.

"Saya berharap pemerintah baru yang mengambil alih pemerintahan negara ini akan menjaga kalian semua dengan baik, karena itu adalah satu-satunya hal yang saya pedulikan,” tambahnya.

(Baca juga: Istana Konfirmasi Pengunduran Diri PM Malaysia dan Kabinetnya)

Dia juga menegaskan kembali keyakinannya bahwa Malaysia akan keluar dari krisis pandemi ini secepatnya.

Sementara itu Istana Nasional mengatakan dalam sebuah pernyataan, Muhyiddin akan tetap menjabat sebagai perdana menteri Malaysia dalam kapasitas sementara. Hal ini diungkapkan setelah Raja menerima pengunduran diri pemimpin pada Senin (16/8) usai audiensi di Istana.

Muhyiddin akan melakukan tugas perdana menteri sampai penggantinya ditunjuk.

(Baca juga: Anggota Parlemen: PM Malaysia Harus Mundur karena Gagal Lindungi Orang Asli)

Dalam pernyataannya, Raja Malaysia, Sultan Abdullah Ahmad Shah, juga menambahkan bahwa pemilihan umum dalam waktu dekat "bukanlah pilihan terbaik" karena kesejahteraan dan keamanan rakyat.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini