Share

Rusia: Presiden Afghanistan Pergi dengan 4 Mobil dan 1 Helikopter yang Dipenuhi Uang Tunai

Antara, · Selasa 17 Agustus 2021 07:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 17 18 2456665 rusia-presiden-afghanistan-pergi-dengan-4-mobil-dan-1-helikopter-yang-dipenuhi-uang-tunai-Wgu4gJXASo.jpg Presiden Afghanistan Ashraf Ghani (Foto: Reuters)

MOSKOW - Kedutaan Besar Rusia di Kabul mengatakan Presiden Adghanistan Ashraf Ghani telah meninggalkan Afghanistan dengan empat mobil dan satu helikopter yang dipenuhi uang tunai, bahkan sejumlah uang tertinggal karena tidak semuanya berhasil dimasukkan.

"Empat mobil penuh dengan uang, mereka coba memasukkan sebagian uang itu ke dalam helikopter, tetapi tidak semuanya muat. Dan sebagian uang itu dibiarkan tergeletak di landasan," ujar juru bicara kedutaan Rusia di Kabul, Nikita Ishchenko, seperti dilaporkan kantor berita RIA.

Ischenko membenarkan pernyataannya kepada Reuters. Dia mengutip "saksi" sebagai sumber informasinya. Reuters tidak dapat secara independen mengonfirmasi kebenaran dari saksi tersebut.

Rusia telah mengatakan akan mempertahankan keberadaan diplomatik di Kabul dan berharap untuk mengembangkan hubungan dengan Taliban, bahkan ketika mengatakan pihaknya tidak terburu-buru untuk mengakui mereka sebagai penguasa negara itu.

Rusia juga mengatakan akan mengamati dengan cermat perilaku Taliban.

(Baca juga: Covid-19 Melonjak, PM Jepang Perpanjang Keadaan Darurat)

"Adapun keruntuhan rezim (yang mundur), itu paling jelas ditandai dengan cara Ghani melarikan diri dari Afghanistan," terangnya.

Perwakilan khusus Presiden Vladimir Putin di Afghanistan, Zamir Kabulov, mengatakan sebelumnya tidak jelas berapa banyak uang yang akan ditinggalkan oleh pemerintah yang melarikan diri itu.

"Saya berharap pemerintah yang melarikan diri tidak mengambil semua uang dari anggaran negara. Ini akan menjadi landasan anggaran jika ada yang tersisa," kata Kabulov kepada stasiun radio Ekho Moskvy di Moskow.

(Baca juga: Ratusan Orang Terlihat Putus Asa Berdesakan Naik Pesawat di Bandara Kabul)

Ghani, yang keberadaannya saat ini tidak diketahui, mengaku meninggalkan Afghanistan pada Minggu (15/8) , ketika Taliban mengambil alih Kabul hampir tanpa perlawanan. Ghani mengklaim dia ingin menghindari pertumpahan darah.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini