Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Anies: Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Seperti Stalaktit

Komaruddin Bagja , Jurnalis-Selasa, 17 Agustus 2021 |12:46 WIB
Anies: Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Seperti Stalaktit
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, kasus aktif Covid-19 di Jakarta bagaikan bebatuan di dalam gua. Grafik kasus yang naik cukup cepat dan turun cepat menandakan Pemprov DKI cekatan dalam menerapkan 3T (tracing, testing dan treatment).

"Apa yang kita lihat? Saya ingin sampaikan di sini bahwa di Jakarta ini kasus aktif kita itu bergerak seperti stalaktit. Loncat tinggi turun tinggi, testing tinggi, tracing tinggi, treatment baik. Sehingga lonjakan kasus terdeteksi awal naik. Setelah dua Minggu drop turun. Kalau kasus baru tidak terkendali dia melandai ke kanan," ujar Anies dalam webinar Festival Indonesia Tangguh 2021, Selasa (17/8/2021).

"Kalau testing tracing kita lambat naiknya pelan karena ketangkapnya pelan. Jadi kasusnya naik pelan turun pelan. Jakarta naiknya cepat turunya cepat. Ada kapasitas tracing dan testing tinggi. Sekarang kasus aktif 90 ribu. Kita kembali ke posisi bulan Mei dalam waktu satu bulan," sambungnya.

Anies juga menganalogikan bagaimana jajaran Pemprov DKI mempersiapkan untuk berperang melawan covid-19.

"Ini satu contoh bagaimana membangun sistem selama satu tahun. Pasukan tempur berlatih dengan sitem kecil begitu perang tinggal scaling up. Kenapa? Bila Jakarta terkendali maka dunia internasional akan percaya sama kita. Bulan Juli banyak orang meninggalkan negara kita," tambahnya.

Baca Juga : Anies: Rayakan Kemerdekaan dengan Menaati Protokol Kesehatan

Jakarta, kata Anies, berkontribusi sampai 18% perekonomian nasional. Bila tidak mengendalikan dengan baik maka kita berpotensi memperlambat pemulihan se Indonesia.

"Di dalam konteks ini, bagian dari Ikhtiar kita recovery. Naiknya cepat turunya sangat cepat. Jadi kami ingin Jakarta tumbuh perekonomian karena kegiatan perekonomian melambat semata-mata akibat pengurangan mobilitas penduduk di luar rumah bukan karena ada faktor lain," tutupnya.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement