Gunung yang tinggi dalam bahasa Jawa kuno disebut Lor alias Luhur atau yang tinggi tempat dewa bersemayam. Sedangkan laut dalam kosmologi kuno yang sudah dilupakan selalu dinamakan kidul.
Kamus bahasa Indonesia-Jawa Kuno terbitan Depdikbud (1992) menyebutkan bahwa kata selatan dalam bahasa Jawa Kuno bisa berarti daksina atau kidul atau kdwal atau mretyudesa atau udik.
Kdwal atau keduwal dalam bahasa jawa sehari-hari bisa berarti penampung apa saja. Begitu juga dengan laut. Kosmologi orang Jawa Kuno bahkan kosmologi semua orang zaman pra modern menyebut laut sebagai tempat semua berakhir.
Sampai di sini, legenda Nyai Lara Kidul yang berkembang di Pamantingan jika dikaitkan dengan sejarah kebesaran Ratu Kalinyamat alias Ratu Arya Japara yang menyebal menjadi Ratu Pajajaran menjadi sangat masuk akal. Mitologi Mataram yang selalu mendongengkan perkawinan antara penguasa darat (Sultan) dengan penguasa laut (Ratu Kidul) sebenarnya adalah simbol untuk membangkitkan kembali kejayaan kerajaan maritim penguasa lautan.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.