Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tim SAR Tunggu Esok Evakuasi Mapala yang Terjebak di Gunung Amonggedo

Antara , Jurnalis-Rabu, 18 Agustus 2021 |02:48 WIB
Tim SAR Tunggu Esok Evakuasi Mapala yang Terjebak di Gunung Amonggedo
Tim SAR gabungan yang bertugas mengevakuasi Malama yang terjebak di Gunung Amonggedo (Foto: Antara)
A
A
A

KENDARI - Tim SAR gabungan Basarnas Kendari terpaksa menunggu esok hari, Rabu (18/8/2021), untuk mengevakuasi sekitar 30 mahasiswa pecinta alam (mapala) yang terjebak usai melakukan pengibaran Merah Putih di Gunung Amonggedo, Desa Ulu Benua, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi mengatakan, saat ini tim penyelamat dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (KKP) Kendari telah berada di kediaman Camat Amonggedo dan berkoordinasi dengan unsur yang terlibat melakukan penilaian jalur evakuasi.

"Setelah melakukan assessment lokasi sampai pukul 00.06 Wita, tim memutuskan penjemputan akan dilaksanakan pagi hari pada pukul 06.00 Wita mengingat kondisi saat ini yang tidak memungkinkan untuk memaksakan melewati tiga aliran sungai," katanya.

Baca juga: Puluhan Mapala Terjebak di Gunung Amonggedo Usai Kibarkan Merah Putih

Adapun penjemputan para korban akan dibagi ke dalam 3 tim, di mana Tim 1 berjumlah 20 orang, Tim 2 berjumlah 10 orang, dan Tim 3 berjumlah 10 orang.

Upaya evakuasi para korban akan melibatkan unsur tim penyelamat KPP Kendari, Koramil Wawotobi, Polsek Pondidaha, BPBD Konawe, KPA Kompas Pencinta Alam Sampara dan masyarakat setempat.

"Saat ini Tim SAR gabungan berposko di bendungan daerah itu," katanya.

Baca juga: Kapal Tenggelam di Perairan Pontianak, 21 Korban Meninggal Ditemukan

Sebelumnya, puluhan mahasiswa pecinta alam terjebak di Gunung Amonggedo, Desa Ulu Benua, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, saat hendak ingin balik usai melakukan pengibaran Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-76 Republik Indonesia.

Para korban dilaporkan berada di lokasi itu sejak 16 Agustus 2021 untuk melaksanakan pengibaran bendera pada 17 Agustus 2021. Namun, setelah melaksanakan pengibaran dan penurunan bendera, para mahasiswa tersebut tidak dapat kembali pulang akibat curah hujan yang tinggi sehingga aliran sungai meluap disertai arus yang deras.

Baca juga: 3 Mahasiswa Unsika yang Tewas Sedang Mengikuti Susur Goa

(Fakhrizal Fakhri )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement