3 Mahasiswa Unsika yang Tewas Sedang Mengikuti Susur Goa

Mulyana, Okezone · Senin 23 Desember 2019 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 23 525 2145113 3-mahasiswa-unsika-yang-tewas-sedang-mengikuti-susur-goa-Eeqba8cwxe.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

KARAWANG - Tiga Mahasiswa pecinta alam Unsika (Mapalaska), yang meninggal dunia karena terjebak di Goa Lele, di Kampung Tanah Bereum, Kecamatan Pangkalan, Karawang itu, sedang mengikuti kegiatan susur gua atau caving. Totalnya, ada 15 mahasiswa dari dua perguruan tinggi.

Ketua Umum Mapalaska, Wido Arya Ritaldi mengatakan, sebanyak 15 mahasiswa melakukan caving atau susur gua. Mereka terdiri dari, 9 orang mahasiswa Unsika dan 6 orang Mahasiswa Polibisnis Purwakarta.

"Kami menerima permintaan dari mahasiswa Polibisnis Purwakarta untuk sharing soal susur gua. Rencananya, kami bawa teman-teman ke Gua Dayeuh," kata Arya, Senin (23/12/2019).

Sebelum ke Goa Dayeuh, para mahasiswa ini menyusuri dulu Goa Lele pada Minggu 23 Desember 2019 siang. Di lokasi itu, tim di pecah. Yakni, enam orang standby di camp yang terletak 20 meter dari gua.

 Baca juga: Terjebak Dalam Gua Lele, 3 Mahasiswa Karawang Meninggal Dunia

Mayat

Kemudian, tiga orang berjaga di luar gua. Tiga mahasiswa lagi, berjaga di bawah mulut gua. Sedangkan, lima mahasiswa turun ke dalam gua. Jadi, total ada delapan orang yang masuk ke gua.

"Tiga orang berjaga dekat mulut gua, lima orang turun ke bawah," ujar Wido.

Sebelum masuk ke gua, lanjutnya, tim melakukan berbagai kesiapan baik fisik dan perlengkapan. Tak hanya itu, tim juga sempat memantau cuaca. Saat itu, cuaca sedang cerah. Makanya tim berani masuk ke dalam gua.

Setelah berdoa, sekira pukul 14.00 WIB, delapan orang lengkap dengan peralatan caving mulai turun ke gua. Adapun, mahasiswa yang turun, masing-masing, Dimas Rizki kurniawan (18) mahasiswa Unsika asal Cipayung, Jakarta Timur, Nur Ali (20) mahasiswa Unsika asal Setu Bekasi, Evo Rahmat Yulistiadi (21) mahasiswa Unsika asal Solok, Sumatera Barat.

Lalu ada juga Hipni Suhaepi (22) mahasiswa Polibisnis Purwakarta, M Ihsan Nur Rahman (21) dari Polibisnis Purwakarta, Erisya Rifania (20) mahasiswi Unsika asal Bogor, Arif Rindu Arrafah (18) mahasiswa Unsika asal Kabupaten Bogor, Ainan Fatmatuzzaroh (19) mahasiswa Unsika asal Kabupaten Banjarnegara.

Akan tetapi, kegiatan susur gua ini awalnya berlangsung bahagia, berubah jadi bencana. Sebab, cuaca berubah drastis dalam kurun waktu kurang dari satu jam. Saat itu, tim yang turun ke dalam gua, baru menyusurinya sekitar setengah jam.

"Sekitar pukul 14.30 WIB, tiba-tiba mendung lalu tak lama turun hujan dengan derasnya," ujar Wido.

Begitu hujan turun, kata Wido, tiga orang yang bertugas di luar mulut gua, sempat memberikan informasi kepada tim yang bertugas di dalam mulut gua. Tiga orang yang berjaga kemudian meneruskan informasi perubahan cuaca kepada lima orang yang sedang eksplor di dalam.

Akhirnya, tim eksplor segera menarik diri untuk kembali ke atas. Lima orang itu, mencoba bergerak dengan cepat. Namun saat naik, tiba-tiba banjir bandang menerjang mereka.

"Lima mahasiswa itu, terjebak di kedalaman 30 meter, saat banjir bandang datang," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini