Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Kerajaan Sriwijaya Tak Semujur Candi Borobudur

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Senin, 23 Agustus 2021 |07:27 WIB
Cerita Kerajaan Sriwijaya Tak Semujur Candi Borobudur
Foto: Istimewa
A
A
A

NASIB Kerajaan Sriwijaya tampaknya tidak semujur Borobudur. Borobudur ialah kuil dan monumen Budha terbesar di dunia.

Selesai dibangun sekitar 830 M oleh Raja Samaratungga, informasi tentang candi ini praktis telah terpublikasikan sejak seperempat awal abad ke-19 dengan terbitnya The History of Java karya Sir Thomas Stamford Raffles (1817).

Sementara itu, bicara penelitian tentang Sumatra atau Sriwijaya secara mendalam selalu merupakan karya-karya bangsa Eropa selain Belanda.

Sebutlah Goerge Coedes (1918) dan Gabriel Ferrand (1922), misalnya, dua peneliti dari Perancis inilah yang berhasil memberikan bukti-bukti kuat Sriwijaya ialah sebuah kerajaan besar.

Baca juga: Kerajaan-Kerajaan Bercorak Agama Hindu di Indonesia

Apa yang penting dicatat di sini: menurut Denys Lombard (1996), di India atau bahkan di negeri Srilangka sekalipun lokasi yang diduga ialah tempat lahir Pangeran Siddharta ternyata justru sama sekali tidak dikenal satu pun bangunan sejenis atau setipe Borobudur.

Artinya tak berlebihan sebenarnya jika di sini Indonesia bisa mendaku, bukan saja wangsa Syailendra yang membuat Candi Borobudur berasal dari Nusantara, melainkan bahkan lebih jauh desain arsitektur dan teknologi Borobudur merupakan temuan genial dan otentik bangsa Indonesia.

Baca juga: Cerita Biksu Bangladesh Belajar Agama di Kerajaan Sriwijaya

Selain itu, penting juga dicatat bahwa, hingga awal abad ke-11 M Sriwijaya masih terhitung merupakan salah satu pusat studi Budha Mahayana di kawasan Asia. Prasasti Nalanda (sekitar pertengahan abad ke-9 M) mencatat, Raja Balaputradewa yang sering disebut sebagai raja terakhir wangsa Syaliendra di Jawa dan kemudian jadi raja di Sriwijaya, dikatakan telah membangun sebuah institusi di “universitas” Buddhis di Nalanda di Benggala.

“Atas permintaan Maharaja Balaputradewa yang termasyhur, raja Swarnadwipa melalui utusannya, maka saya membangun wihara ini.” Demikianlah bunyi kalimat pertama bagian isi prasasti tersebut.

Baca juga: Strategisnya Kerajaan Sriwijaya: Hubungkan Laut India, Cina Selatan hingga Nalanda

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement