Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kembali Memanas, AS Mengaku Siap Berunding Kembali dengan Korut

Agregasi VOA , Jurnalis-Selasa, 24 Agustus 2021 |05:16 WIB
Kembali Memanas, AS Mengaku Siap Berunding Kembali dengan Korut
Perwakilan AS untuk Korea Utara, Sung Kim (Foto: AP)
A
A
A

KORUT - Utusan khusus Presiden AS Joe Biden untuk Korea Utara, Sung Kim, mengatakan, Senin 23 Agustus, siap untuk bertemu dengan rekan-rekan sejawatnya dari Korea Utara “di mana saja dan kapan saja.''

Sung Kim mengatakan demikian saat ia melangsungkan diskusi dengan pejabat Korea Selatan mengenai pembicaraan nuklir yang terhenti dengan Korea Utara.

Kunjungan Sung ke Seoul terjadi di tengah menurunnya harapan untuk dimulainya kembali pembicaraan dengan cepat dan ketegangan baru menyusul latihan militer AS-Korea Selatan yang sedang berlangsung.

Korea Utara menggambarkan latihan itu sebagai latihan untuk invasi dan mengancam akan mengambil tindakan yang akan menyebabkan krisis keamanan bagi AS dan Korea Selatan.

Setelah bertemu dengan diplomat senior Korea Selatan Noh Kyu-duk, Sung menegaskan kembali bahwa pemerintahan Biden tidak memiliki niat bermusuhan terhadap Korea Utara dan bahwa latihan bersama bersifat rutin dan defensif.

Sung dan Noh mengatakan kepada wartawan bahwa mereka membahas cara-cara yang mungkin untuk memfasilitasi diplomasi, termasuk kerja sama kemanusiaan dengan Korea Utara dalam menyediakan sumber daya antivirus, sanitasi, dan air bersih. Mereka tidak mengumumkan rencana khusus apapun.

Sung juga akan bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Igor Morgulov, yang sedang mengunjungi Seoul.

Pembicaraan antara Amerika Serikat dan Korea Utara terhenti sejak gagalnya pertemuan puncak antara mantan Presiden Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada 2019, setelah Amerika menolak permintaan Korea Utara untuk pelonggaran besar sanksi ekonomi sebagai imbalan pengurangan sebagian kemampuan nuklirnya.

Kim sejak itu berjanji untuk meningkatkan penangkal nuklir negaranya sementara mendesak rakyatnya untuk memperjuangkan kemandirian ekonomi dalam menghadapi tekanan AS. Pemerintahnya sejauh ini menolak tawaran pemerintah Biden untuk melakukan pembicaraan, dan menuntut agar Washington menghentikan kebijakan permusuhannya terlebih dahulu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement