PORT-AU-PRINCE – Gempa bumi dengan kekuatan 7,2 Skala Richter (SR) yang mengguncang Haiti pada Sabtu (14/8) menyisakan kisah sedih. Jumlah korban tewas mencapai 2.207 orang, 12.268 orang terluka, dan 344 orang masih dinyatakan hilang.
Badan Pertahanan sipil pada Minggu (22/8) juga mengatakan rumah yang hancur akibat gempa berjumlah 53.000 unit.
“Lebih dari 77.000 bangunan rusak akibat gempa," tulis badan tersebut melalui akun Twitter. Sementara itu, pada Minggu (23/8), sebanyak 24 orang yang sebelumnya dinyatakan hilang, berhasil ditemukan. Mereka termasuk empat anak. Selanjutnya mereka dilarikan ke Camp-Perrin dengan helikopter untuk dirawat.
(Baca juga: Korban Tewas Gempa Haiti Tembus 2.100 Orang, Ratusan Ribu Kehilangan Tempat Tinggal)
Saat ini para korban lebih khawatir pada ancaman kelaparan karena sulitnya mendapatkan kebutuhan anak-anak korban gempa. Badan anak-anak PBB, UNICEF melaporkan, lebih dari setengah juta anak di Haiti terdampak gempa.
"Sekarang, dengan sedikit makanan dan air, banyak anak kecil menderita kelaparan, demam, dan infeksi," kata salah satu ibu lima anak yang menjadi korban gempa, Evelya Michele, dikutip Reuters. Keamanan di Haiti juga menjadi sorotan. Dalam beberapa hari terakhir, para korban nekat menjarah truk bermuatan bantuan.
(Baca juga: Gempa Haiti, KBRI Havana: Tidak Ada WNI yang Menjadi Korban)
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.