JAKARTA - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Miftachul Akhyar mengatakan, ada tiga peran dan fungsi ulama sebagai panutan pengayoman dan pembimbing di tengah umat Islam di Indonesia. Tiga peran tersebut yakni, integritas, karya-karya dan kontribusi pengaruhnya.
"Bahkan, seorang ulama bisa dikaitkan juga oleh peran dan fungsinya. Pertama itu integritasnya bisa dilihat dalam ilmu kepemimpinannya, keberhasilannya dalam bidang yang digeluti menjadi kekhasan dibanding segenerasinya dan juga bisa dilihat dari sudut integritas perilaku dan moralitas," ujar Miftachul pada Mukernas ke-1 MUI 2021 secara virtual pada Rabu (25/8/2021).
Baca Juga: MUI Lebak Sebut M Kece Lukai Hati Umat Islam, Serahkan Sepenuhnya ke Polisi
Kedua, melalui karya-karyanya baik berupa karya tulis dalam fisik maupun nonfisik yang bermanfaat bagi masyarakat atau pemberdayaan manusia. Lalu ketiga adalah kontribusi pengaruhnya yang terlihat dari keikutsertaannya secara nyata dalam masyarakat baik dalam bentuk dan sebagainya.
Ia menilai menipisnya kesantunan komunikasi dan interaksi di ruang publik menjadi ancaman serius bagi pembangunan peradaban di masa depan kelak. Sehingga, MUI mengambil peran dan tanggung jawab untuk menjadi gambaran lembaran teladan masyarakat khususnya umat Islam di Indonesia.
"Besar tantangan ke depan sejatinya juga mendorong MUI untuk terus memperkuat sendi-sendi organisasi yang kita cintai dengan demikian keberadaan MUI sebagai tenda atau rumah besar umat akan yang terus berperan dalam melindungi agama dan menjaga keadilan negara," tuturnya.
Baca Juga: MUI Minta Polisi Seret M Kece ke Pengadilan
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.