Kedua, kata dia, jangan memberikan kesempatan TNI untuk masuk ke urusan domestik, salah satua contoh yang diangkat adalah Pakistan.
Sedangkan ketiga, harus ada beberapa kali Pemilu, barulan demokrasi menjadi stabil.
Pemikiran Agus Widjojo terkait reformasi militer dan profesionalisme TNI terangkum dalam buku Tentara Kok Mikir karya Bernarda Rurit dan disunting oleh Nugroho Dewanto. Buku ini memberi ruang pada sisi humanis, keluarga, kemiliteran, dunia LSM, serta aktivitas organisasi Agus Widjojo.
Sejumlah teman seangkatan Agus Widjojo di AKABRI 1970 menghadiri peluncuran buku ini, antara lain Menteri Koordinator Maritim dan Investasi RI Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan dan Mantan Duta Besar RI untuk Filipina Letnan Jenderal TNI (Purn) Johny Josephus Lumintang.
Baca juga: Mantan Gubernur Lemhanas Letjen (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo Dikabarkan Meninggal Dunia
Mantan Menteri Luar Negeri RI, Dr. Hassan Wirajuda, Mantan Wakil Gubernur Lemhannas RI Marsdya TNI (Purn) Bagus Puruhito, serta adik Agus Widjojo yaitu Nani Sutojo juga menghadiri acara tersebut.
Selain itu, hadir teman sebangku Agus semasa sekolah, Mantan Wakil Ketua Badan Intelijen Strategis TNI-AD Mayjen TNI (Purn) Tulus Sihombing. Adapun Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Dokter Ryu Hassan, Alissa Wahid, Sejarawan Baskara Wardaya hadir secara virtual.
Baca juga: Polisi Dihadang di Petamburan, Gubernur Lemhanas: Negara Tak Boleh Kalah!
Peluncuran buku yang dilaksanakan pukul 16.15 sampai 18.30 WIB ini dimoderatori oleh Glory Ojong dengan menghadirkan narasumber aktivis Dimas Oky Nugroho dan Wapemred Harian Kompas Tri Agung Kristanto.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.