Share

Tak Puas Dilayani, Pria "Hidung Belang" Bunuh PSK di Kamar Kos

Heri Fulistiawan, iNews · Rabu 25 Agustus 2021 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 25 340 2460923 tak-puas-dilayani-pria-hidung-belang-bunuh-psk-di-kamar-kos-2R6SPlmcRY.jpg Polisi melakukan rekonstruksi pembunuhan pekerja seks komersial (Foto: Heri Fulistiawan)

LAMPUNG - Pelaku pembunuhan wanita pekerja seks komersil (PSK) di Kalianda, Lampung Selatan ternyata tega menghabisi korban lantaran belum puas dilayani. Korban sendiri dihabisi di kamar kontrakannya.

Hal itu terungkap saat polisi melakukan rekonstruksi di tempat kejadian perkara. Terdapat 40 adegan, saat pelaku melakukan pembunuhan hingga melarikan diri membawa sepeda motor dan handphone korban.

Satreskrim Polres Lampung Selatan melakukan rekonstruksi pembunuhan Sherly (31) wanita PSK yang dibunuh di kamar kontrakannya di Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan.

Baca Juga:  Sempat Minta Tolong, Pemuda Ini Tewas Bersimbah Darah di Pinggir Jalan

Diketahui, korban Sherly merupakan warga asal Sumatera Selatan, yang sejak lama tinggal di Kalianda dengan berpindah-pindah kontrakan. Ia bekerja open booking order (BO) melalui salah satu aplikasi prostitusi online.

Dalam rekonstruksi tersebut, terdapat 40 adegan, di mana pelaku Rian Saputra (25), warga Jabung Lampung Timur melakukan pembunuhan tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi rekonstruksi, pelaku Rian meminjam HP rekannya untuk menggunakan aplikasi prostitusi online tersebut. Setelah janjian, pelaku langsung menuju kontrakan korban.

Setelah masuk ke kamar korban, pelaku mengeluarkan minuman keras yang sebelumnya dibawa menggunakan tas ransel milik pelaku sambil mengobrol. Usai melakukan beberapa percakapan, kemudian mereka saling melucuti pakaian dan melakukan pemanasan sebelum berhubungan badan.

Baca Juga: Sepekan Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Polisi: Sudah Ada Titik Terang

Saat pemanasan awalnya alat kelamin pelaku berereksi sehingga dapat melakukan persetubuhan. Namun, setelah berganti gaya, alat kelamin pelaku lemas sehingga korban memutuskan untuk berhenti melakukan persetubuhan badan.

Kemudian, korban berdiri dan mengenakan pakaiannya. Pelaku lalu memberikan imbalan sejumlah uang dengan nominal yang tidak sesuai perjanjian lantaran pelaku tidak puas dan korban menerimanya. Namun, saat itu pelaku kembali merayu korban untuk mencoba melakukan hubungan badan kembali karena dirinya masih belum puas hingga ejakulasi.

Sayangnya korban menolak dengan nada bahasa yang keras. Korban mengatakan bahwa tamunya malam itu bukan hanya pelaku saja sehingga menyuruh pelaku untuk segera pergi meninggalkan kontrakan itu. Saat mengatakan hal tersebut, korban sembari bermain HP di atas kasur dan tidak mau melihat ke arah pelaku.

Merasa kesal dengan perilaku korban, pelaku kemudian mengeluarkan sebilah pisau dari tas ransel miliknya lalu menyabet pisau ke arah leher korban, kemudian pelaku kembali menusukkan pisau tersebut ke dada korban hingga beberapa kali sehingga membuat korban tergeletak berlumur darah.

Saat aksi kejam itu dilakukan, pelaku juga sembari membekap mulut korban agar tak menimbulkan suara teriakan.

Meski korban sudah tidak lagi bergerak pelaku kembali menusukan pisaunya untuk memastikan korban telah benar-benar tewas. Kemudian pelaku menyeret korban ke arah kamar mandi dengan cara memasukan empat jari ke mulut korban dan menarik korban sampai depan pintu kamar mandi.

Lalu, pelaku ke kamar mandi mencuci pisau dan badannya dari noda darah dan pelaku pergi membawa HP serta sepeda motor korban. Di perjalanan pulang ke arah Ketapang, pelaku berhenti menghapus aplikasi prostitusi yang digunakannya untuk janjian dengan korban dan melepas sim card HP korban.

Tiba di Desa Sripendowo, Ketapang, pelaku menitipkan HP rekannya yang digunakan untuk membuat janji dengan korban ke rekannya yang lain. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan ke arah Lampung Timur, namun sejenak berisitirahat di areal perkebunan.

Pelaku melepaskan plat nomor dan lis sepeda motor korban untuk menghilangkan ciri. Kemudian, pelaku menemui rekannya lagi untuk bercerita bahwa dirinya telah menghabisi korban.

Saat rekonstruki berlangsung para warga pun penasaran dan ramai yang menyaksikan reka ulang yang dilakukan pelaku saat menghabisi nyawa korban.

Sebelumnya warga Kalianda geger dengan penemuan mayat wanita dengan luka gorok di dalam kamar kost di Desa Kedaton. Mayat wanita muda itu ditemukan di ruangan belakang bagian dapur kost dengan kondisi berlumuran darah.

Tiga hari kemudian polisi berhasil menangkap pelaku oleh Tim Gabungan Resmob Polda Lampung, Tekab 308 Polres Lampung Selatan dan Unit Reskrim Polsek Kalianda beberapa waktu lalu.

Sementara kuasa hukum tersangka Eko Umaidi mengatakan, rekonstruksi yang dilakukan Tim Inafis Polres Lampung Selatan telah sesuai dengan kronologi yang diceritakan tersangka. Pihaknya masih menunggu proses penyidikan polisi selesai untuk dilakukan persidangan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini