Jaka Tingkir yang bergelar Sultan Handawijaya yang berkuasa di pajang mendengar sayembara tersebut dan langsung menyanggupinya karena beliau juga adik ipar dari Sunan Prawoto dan Pangeran Kalinyamat. Jaka Tingkir yang juga dibantu oleh Ki Ageng Penjawi dan Ki Ageng Pemanahan berhasil membunuh Arya penangsang dan menjatuhkan beliau serta pengikutnya dari tahta kerajaan Demak (1586).
Sebagai rasa terima kasih karena membantu dalam pertempuran melawan Arya Penangsang, Jaka Tingkir memberi hadiah Ki Ageng Penjawi tanah di wilayah Pati serta Ki Ageng Pemanahan mendapat hadiah tanah wilayah Mataram, sedangkan Bupati Surabaya yang banyak menundukkan daerah-daerah wilayah jawa timur diangkat menjadi wakil raja dengan daerah kekuasaan Sedayu, Gresik, Surabaya dan Panarukan. Jaka Tingkir lalu memindahkan pusat kerajaan Demak ke Pajang.
Dinasti Kerajaan Demak berakhir pada tahun 1546, yang hanya bertahan selama 68 tahun sejak berdirinya kerajaan Demak. Secara berturut-turut, hanya tiga Raja Demak yang berhasil membawa Demak pada masa Kejayaannya, yaitu Raden Patah sebagai raja pertama, Adipati Muhammad Yunus atau lebih dikenal dengan nama Pati Unus sebagai raja kedua, dan Sultan Trenggono sebagai Raja ketiga (1524-1546). (din)
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.