ATHENA - Sekitar 7.000 orang berunjuk rasa di Athena, Yunani pada Minggu (29/8/2021) menentang peraturan baru yang mewajibkan para tenaga kesehatan untuk mendapatkan vaksin Covid-19, kata polisi yang menembakkan gas air mata untuk mengendalikan kekerasan di kalangan demonstran.
Perubahan peraturan itu, yang diberlakukan pada Rabu (25/8/2021), mewajibkan semua tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit untuk divaksin.
BACA JUGA: Kisah Tragedi 'Penerbangan Hantu' yang Merenggut 121 Nyawa
Para demonstran mengibarkan bendera Yunani dan poster bertuliskan: "Kami tidak menentang vaksin, tapi menentang fasisme" dan "Hidup demokrasi."
"Saya dikenai status cuti sakit karena saya menolak divaksin, padahal selama berbulan-bulan saya telah membantu mengendalikan epidemi, saya telah bekerja dalam kondisi sangat sulit," kata Christos Bakakios, seorang supir ambulans yang ikut aksi itu.
BACA JUGA: Jerman Tak Wajibkan Vaksinasi Covid-19
Kekerasan sporadis pecah pada malam hari. Sebuah kelompok demonstran melemparkan batu dan botol ke arah polisi. Polisi membalasnya dengan gas air mata, menurut seorang videografer AFP di lokasi.
Lebih dari 5.7 juta dari 10.7 juta penduduk Yunani telah divaksin lengkap. Namun penyebaran varian Delta terus menimbulkan kekhawatiran.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.