DK PBB Desak Taliban Izinkan Orang-Orang Tinggalkan Afghanistan

Antara, · Selasa 31 Agustus 2021 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 18 2463767 dk-pbb-desak-taliban-izinkan-orang-orang-tinggalkan-afghanistan-gfWX6X8b4P.jpg Evakuasi warga yang ingin keluar dari Afghanistan (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Senin (30/8) mengesahkan resolusi yang menyerukan Taliban untuk mengizinkan orang-orang yang ingin meninggalkan Afghanistan.

Tetapi, resolusi Dewan Keamanan PBB itu tidak menyebutkan pembentukan zona aman di Kabul, seperti yang disarankan oleh presiden Prancis pada Minggu (29/8).

Resolusi tersebut, yang mendapat 13 suara setuju dan dua abstain -- dari Rusia dan China, juga menekankan pentingnya menjaga akses kemanusiaan, menegakkan hak asasi manusia, mencapai penyelesaian politik yang inklusif, dan memerangi terorisme.

AS pada Senin (30/8) menyelesaikan evakuasi pasukannya dari Afghanistan setelah berperang selama 20 tahun.

(Baca juga: Evakuasi Warga dari Afghanistan, Rusia Gelar Latihan Militer di Perbatasan)

Pasukan yang didukung AS menggulingkan penguasa Taliban Afghanistan sebagai pembalasan karena menyembunyikan kelompok militan Al Qaida, yang dituding sebagai pelaku serangan 11 September 2001.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pada Minggu (29/8) bahwa Prancis, dan beberapa pihak lainnya sedang mengerjakan proposal PBB soal pembentukan zona aman di Kabul untuk memungkinkan orang-orang yang mencoba meninggalkan Afghanistan dapat melakukannya dengan aman.

Resolusi yang dikeluarkan pada Senin (30/8) ternyata tidak mengatur soal zona aman.

Sebaliknya, resolusi tersebut menyebut harapan terhadap Taliban agar memenuhi komitmennya, termasuk mengenai keberangkatan yang aman, terjamin, dan tertib dari Afghanistan bagi warga Afghanistan dan semua warga negara asing.

(Baca juga: Menlu AS: Misi Diplomatik Baru Telah Dimulai di Afghanistan)

Resolusi itu tidak merinci ketentuan apa pun untuk menghukum Taliban jika gagal mengizinkan orang-orang berangkat atau mengambil langkah-langkah lain seperti yang didesak Dewan Keamanan.

Serangan bom bunuh diri pada Kamis (26/8) di luar gerbang bandara Kabul, yang diklaim dilakukan oleh ISIS --musuh Amerika Serikat dan Taliban, menewaskan sejumlah warga Afghanistan dan 13 tentara AS.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini