Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketika Tentara Dilatih "Tanpa Belas Kasih" saat Bertempur

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 02 September 2021 |07:45 WIB
Ketika Tentara Dilatih
Ilustrasi (Foto: Getty Images/BBC Indonesia)
A
A
A

Dari catatan-catatan itu, Marshall membangun teori, yaitu mayoritas tentara AS yang berperang melawan Jerman dan Jepang terlalu takut menembak musuh.

Mereka tidak takut mati, menurutnya, tapi takut membunuh. Penuturan Marshall ini kemudian didengar oleh para jenderal di Washington.

Teknik pelatihan

Semula latihan menembak bagi tentara AS biasanya menggunakan sasaran jarak jauh di lapangan tembak. Namun, latihan semacam ini tidak mirip dengan kondisi pertempuran yang sebenarnya dan tidak menyiapkan serdadu untuk menembak manusia.

Kemudian setelah Perang Dunia II, militer mulai memakai sasaran berupa bayangan manusia. Hal ini, diharapkan, akan membantu mengatasi ketakutan agresi.

Target menembak juga akan muncul secara tiba-tiba pada jarak yang beragam, lantas tentara diperintahkan menembak secara cepat untuk merangsang refleks menembak.

Ketika Perang Vietnam berlangsung, pertempuran jarak dekat semakin jarang terjadi.

Akan tetapi, latihan menyerang menggunakan sangkur masih diteruskan guna membangun sikap agresif terhadap musuh—bukan berarti latihan ini akan diterapkan pada medan tempur.

Semua metode ini dimaksudkan untuk membangun kekebalan dalam hati nurani untuk membunuh. Mayor F.D.G. Williams dalam Doktrin dan Pelatihan Militer AS menulis: "Ide-idenya tampak disambut baik kemudian pudar. Namun, faktanya, observasi Marshall dan anjuran-anjurannya berujung pada banyak perbaikan."

Kontroversi

Namun tidak semua kalangan militer mendukung karya Marshall. Kritik tajam pada akhirnya mencoreng reputasinya. Di samping catatannya yang dipertanyakan, beberapa serdadu yang diwawancarainya belakangan mengaku Marshall tidak pernah bertanya apakah mereka pernah menembakkan senjata.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement