Share

Taliban Siap-Siap Bentuk Kabinet Baru, 50 Wanita Afghanistan Protes

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 03 September 2021 11:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 03 18 2465558 taliban-siap-siap-bentuk-kabinet-baru-50-wanita-afghanistan-protes-nnXPrgCPk6.jpg Wanita Afghanistan protes hak-hak wanita dalam kabinet baru yang akan dibentuk Taliban (Foto: AFP)

HERAT - Sebanyak 50 wanita Afghanistan di Kota Herat, Afghanistan barat, memprotes di jalan-jalan membela hak untuk bekerja dan atas kurangnya partisipasi wanita dalam pemerintahan baru yang akan dibentuk oleh Taliban.

Lusinan perempuan dari negara itu melakukan protes pada Kamis (2/9) di luar kantor gubernur di Herat, meneriakkan slogan-slogan dan menyerukan agar perempuan dimasukkan dalam kabinet baru yang dibentuk Taliban.

Sambil memegang poster saat protes, mereka juga meminta hak-hak mereka dilindungi.

Menurut sebuah laporan, Taliban akan segera mengumumkan kabinet baru usia solah Jumat pada waktu setempat.

“Kepemimpinan Taliban mengumumkan hak-hak [perempuan], tetapi mereka harus menunjukkannya dalam tindakan,” kata Friba Kabrzani, yang membantu mengorganisir protes Herat.

(Baca juga: Taliban Akan Umumkan Kabinet Baru 2 Hari Lagi, Wanita Tidak Dijamin Dapat Posisi)

"Kami ingin dunia mendengar kami dan kami ingin hak kami diselamatkan,” lanjutnya.

Basira Taheri, salah satu penyelenggara protes, mengatakan kepada AFP bahwa dia ingin Taliban memasukkan perempuan ke dalam kabinet baru.

"Kami ingin Taliban mengadakan konsultasi dengan kami. Kami tidak melihat ada wanita dalam pertemuan dan pertemuan mereka," terangnya.

"Adalah hak kami untuk mendapatkan pendidikan, pekerjaan dan keamanan. Kami tidak takut, kami bersatu," terang para demonstran.

(Baca juga: Detik-Detik Pesawat AS Terakhir Tinggalkan Afghanistan, Hanya Butuh Waktu 3 Jam)

Sementara itu, pejuang Taliban yang hadir pada protes di Herat itu tidak mengindahkan permintaan para demonstran untuk menemui gubernur, tetapi mereka juga tidak membubarkan protes.

Associated Press (AP) melaporkan, setelah pengambilalihan cepat oleh Taliban di Afghanistan dan penarikan pasukan Amerika Serikat (AS), wanita Afghanistan meminta konservasi hak-hak mereka dan inklusi di masa depan negara itu.

Menurut laporan AP, Ketika Taliban memegang kekuasaan atas negara itu pada 1990-an, wanita Afghanistan hidup di bawah pembatasan represif yang diberlakukan oleh kelompok itu dan tunduk pada hukuman berat dan pemisahan dari kehidupan publik.

Sejak mengambil kembali kekuasaan dalam beberapa minggu terakhir, Taliban berusaha menenangkan kekhawatiran akan kemunduran hak-hak perempuan, termasuk berjanji untuk mengizinkan perempuan dan anak perempuan mendapatkan pendidikan dan orang-orang untuk bepergian dengan bebas. Tetapi beberapa skeptis dengan janji mereka.

(sst)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini