MEDAN - Juru parkir Pasar Simpang Limun, Julius Ardi Simanungkalit masih mengingat betul detik-detik sebelum lehernya ditembak oleh para perampok toko emas di tempatnya bekerja.
Saat itu, kata dia, ada pengunjung pasar yang berteriak adanya perampokan. Dia pun tak gentar, Julius malah mencari para perampok tersebut seraya mencari batu di sekitar lokasi.
"Dapat saya kotak tahu dan saya lemparkan ke rampok itu, dia mengelak," kata Julius saat ditemui di kediamannya, Sabtu (4/9/2021).
Setelah mengelak, Julius mengingat bahwa pelaku langsung mengarahkan senjata apinya ke dirinya. Dor!, Julius pun langsung tak sadarkan diri.
Baca juga: Viral Perampok Toko Emas di Medan Ditangkap, Polisi: Itu Hoaks
Meski demikian, Julius masih mengingat ciri-ciri dari pelaku yang menggunakan penutup wajah itu.
"Tiga pelaku pendek satu tinggi. Tiga bawa senpi, satu lagi bawa hasil rampokannya itu pakai tas," ujar Julius.
Baca juga: Keluarga Korban Perampokan Toko Emas di Medan Kesulitan Biaya Pengobatan
Dia pun mengingat para pelaku sudah membaca bagaimana seluk-beluk tempat kejadian perkara (TKP) dan kondisi di Pasar Simpang Limun.
Sebab, sebagai juru parkir dirinya mengetahui betul bahwa para pelaku memarkirkan kendaraan motornya dengan posisi di depan tempat parkir.
Lokasi itu, lanjut dia, memang selalu sepi dan tak ada pengunjung pasar yang memarkirkan kendaraannya di sana.
"Memang sudah dibacanya tempat parkir itu sepi. Supaya enak keluar. Pas uda ditembak itu nggak sadarlah," tandasnya.
Julius mendapatkan tembakan di bagian lehernya. Saat ini kondisi dirinya sudah membaik dan menjalani pemulihan di kediamannya setelah mendapatkan perawatan intensif selama 10 hari di RS Bhayangkara, Medan.
Baca juga: Polda Sumut Kumpulkan Bukti Perampokan Toko Emas di Medan
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.