Pemberontak Afghanistan Bantah Taliban Klaim Rebut Kemenangan di Lembah Panjshir

Antara, · Selasa 07 September 2021 07:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 07 18 2467223 pemberontak-afghanistan-bantah-taliban-klaim-rebut-kemenangan-di-lembah-panjshir-c4d6BXu0jh.jpg Taliban klaim kemenangan di Lembah Panjshir (Foto: Antara/Reuters)

KABUL - Taliban mengklaim kemenangan mereka di Lembah Panjshir, Afghanistan pada Senin (6/9), namun pasukan pemberontak membantah klaim itu dan menegaskan akan terus melawan.

Taliban mengatakan dengan jatuhnya Panjshir, mereka berhasil menyelesaikan perjuangan merebut Afghanistan dan berjanji akan mengumumkan pemerintah baru segera.

Gambar-gambar di media sosial memperlihatkan anggota Taliban berdiri di depan gerbang kompleks gubernur Panjshir usai bertempur sepanjang akhir pekan dengan Front Perlawanan Nasional Afghanistan (NRFA) yang dipimpin Ahmad Massoud.

"Panjshir, tempat persembunyian terakhir musuh yang melarikan diri, telah direbut," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid dalam sebuah konferensi pers.

(Baca juga: Pemimpin Pemberontak Afghanistan Siap Negosiasi dengan Taliban)

Taliban meyakinkan masyarakat Panjshir bahwa tak akan ada "tindakan diskriminatif terhadap mereka".

"Mereka adalah saudara-saudara kami dan (kami) akan bekerja sama demi tujuan bersama dan kesejahteraan negara ini," ujarnya.

Mujahid mengatakan dia telah diberitahu bahwa Massoud dan mantan wakil presiden Amrullah Saleh telah melarikan diri ke negara tetangga, Tajikistan.

(Baca juga: Taliban Klaim Kemenangan dari Pemberontak Afghanistan)

Namun, Massoud --pemimpin pasukan dari sisa-sisa tentara Afghanistan dan pejuang militan lokal-- tetap menentang dan tidak mengakui kekalahan itu.

"Kami ada di Panjshir dan perlawanan kami akan berlanjut," cuitnya di Twitter.

Tidak jelas di mana Massoud berada. Dia mengatakan dirinya aman, namun tidak menjelaskan lebih lanjut.

Ali Maisam Nazary, kepala hubungan luar negeri NRF, mengatakan klaim kemenangan Taliban itu palsu dan pasukan oposisi akan terus melawan mereka.

"Pasukan NRF saat ini berada di semua posisi strategis di seluruh lembah untuk melanjutkan perlawanan," tulisnya di Facebook.

Secara etnik, orang-orang Panjshir berbeda dengan kelompok Taliban yang didominasi suku Pashtun. Kedua kelompok saling berperang saat Taliban memerintah Afghanistan pada 1996-2001.

Sementara itu, terkait pemerintahan baru, Mujahid membantah ada perbedaan pendapat di kalangan Taliban tentang pemerintah baru Afghanistan yang disebutnya akan diumumkan segera. Namun dia tidak menyebutkan tanggalnya.

Dia juga mengatakan kaum perempuan kembali bekerja di sektor kesehatan dan pendidikan.

โ€œBidang-bidang lain akan diberikan, satu per satu, segera setelah sistem dibangun untuk mereka," ujarnya.

Seperti diketahui Taliban merebut kendali atas sebagian besar wilayah Afghanistan saat menduduki ibu kota Kabul pada 15 Agustus, setelah pemerintah dukungan Barat runtuh dan Presiden Ashraf Ghani meninggalkan negara itu.

Lembah Panjshir, kantong terakhir perlawanan bersenjata terhadap Taliban, memiliki riwayat sebagai tempat yang sulit ditaklukkan.

Lembah pegunungan yang terjal itu masih dipenuhi bangkai tank-tank yang hancur selama perang yang panjang melawan Uni Soviet pada tahun 1980-an.

Pertempuran Panjshir telah menjadi contoh paling mencolok dari perlawanan terhadap Taliban.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini