JAKARTA - Kasubag Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja Gah mengatakan bahwa rencana pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang digagas pihaknya yakni setiap pelajar akan menggelar PTM sepekan dua kali.
Disdik DKI Jakarta rencananya akan kembali membuka sejumlah sekolah untuk menggelar PTM terbatas pada minggu ketiga bulan ini.
"Memang timeline kita minggu ketiga, ini sudah minggu kedua. Minggu ketiga diharapkan anak belajar seminggu dua kali di masing-masing kelas," kata Kasubag Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah kepada wartawan, Selasa (7/9/2021).
Namun, Taga mengatakan bahwa pihaknya masih mempertimbangkan rencana tersebut. Sehingga rencana PTM sepekan dua kali untuk siswa masih bisa berubah.
Baca juga: Wahidin Halim Bakal Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka di Banten
"Kita masih mempertimbangkan kondisi yang kondusif. Artinya, kebijakan itu bisa berubah," kata Taga.
Pemprov DKI menargetkan penambahan jumlah sekolah untuk melaksanakan PTM. Rencananya akan ada penambahan sebanyak 890 sekolah yang ditargetkan akan melaksanakan PTM terbatas di pekan ketiga bulan ini.
Baca juga: Buka PTM, Rektor UNS Langsung Mengajar Mahasiswa Baru
"Kalau tidak ada perubahan menggunakan angka 1.500, berarti sekarang 610 sekolah yang laksanakan PTM, penambahannya 890 sekolah. Itu target kita rencana kita, kalau pelatihannya melebihi angka segitu ya bisa terjadi," ungkapnya.
"Karena pilihannya di sekolah, katakan rasio 32 per kelas, dengan kondisi PTM terbatas, rasionya menjadi 50 persen maksimum. Artinya (dalam sehari) anak-anak sebagian harus di rumah," tambahnya.