(Baca juga: Disuntik Vaksin Covid-19 asal China yang Belum Disetujui, Presiden Filipina Minta Maaf)
Duterte memenangkan kursi kepresidenan pada tahun 2016 dengan platform memberantas kejahatan dan memperbaiki krisis narkoba di negara itu.
Namun para pengkritiknya mengatakan ia telah mendorong polisi untuk melakukan pembunuhan di luar hukum terhadap tersangka.
Pada Juni,lalu jaksa Pengadilan Kriminal Internasional mengajukan permohonan untuk membuka penyelidikan penuh atas pembunuhan dalam perang melawan narkoba di Filipina, dengan mengatakan ada kemungkinan kejahatan terhadap kemanusiaan telah dilakukan.
Sebuah laporan Amnesty International menemukan bahwa lebih dari 7.000 orang dibunuh oleh polisi atau penyerang bersenjata yang tidak dikenal dalam enam bulan pertama kepresidenan Duterte.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.