KASUS pembegalan merupakan salah satu jenis kriminalitas yang sangat meresahkan masyarakat. Bagaimana tidak, pembegalan ini sering terjadi di tempat yang sepi dan tidak jarang menyebabkan korban meninggal dunia. Penyebab terjadinya begal terjadi akibat beberapa fackor salah satunya adalah faktor ekonomi.
Namun, akhir-akhir ini justru sering terjadi kasus pembegalan yang tak ada kaitannya dengan harta benda, yakni begal payudara yang membuat masyarakat heboh dan ketakutan. Adapun beberapa daftar pelaku dan motif begal payudara yang berhasil di tanggap dirangkum sebagai berikut.
1. Purworejo, Jawa Tengah
Polisi berhasil menangkap pelaku begal di Purworejo, Jawa Tengah setelah melakukan aksinya pada Senin 30 Agustus 2021 lalu. Pelaku begal ADR (23) mengakui perbuatannya kepada publik pada 3 September 2021 lalu. Dari perbuatannya, ADR dijatuhkan hukuman dengan ancaman paling lama 9 tahun penjara.
Motif ADR melakukan begal payudara ini adalah karena terdorong nafsu. ADR sudah melakukan kegiatan ini sejak Maret 2021 di setiap malam setelah berjualan martabak. ADR juga mengaku bahwa sudah melakukan aksinya sebanyak tujuh kali.
2. Kemayoran, Jakarta Pusat
Aksi begal payudara yang terjadi di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat berhasil diungkap oleh Polres Metro Jakarta. Pelaku berinisial HP melakukan kejahatan begal payudara sudah sebanyak tiga kali kepada para pengendara sepeda.
Alasan HP melakukan kejahatan ini adalah karena dorongan nafsu atau overseksual. Aksi ini dilakukan dari Jakarta Barat hingga Jakarta Pusat. Pelaku melakukan kejahatan ini pada korban yang dianggap sedang ada dalam posisi lemah dan lengah. Dari perbuatan ini, HP melanggar Pasal 281 KUHP dan atau Pasal 335 KUHP.
3. Lamongan, Jawa Timur
Kasus pembegalan payudara berikutnya dilakukan oleh seorang mahasiswa berinisial AFR (19). Aksi ini dilakukan karena pelaku memiliki banyak masalah. Kejadian ini terjadi pada 22 Juni 2021 di malam hari saat korban baru pulang kerja dan mengendarai motor sendirian.
Setelah berhasil mendekat, korban menendang motor pelaku dan melakukan aksi begal payudara. Korban saat itu sempat bertanya saat kejadian kepada pelaku mengenai motif pelaku. Kejadian itu menarik perhatian masyarakat sekitar dan mendatangkan polisi. Setelah pihak keluarga dihubungi, ternyata korban dan pelaku masih memiliki hubungan keluarga.
Hal ini menyebabkan Polres Lamongan memberikan kesempatan untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.