Bila rencana itu gagal, bukan hanya Pangalasan tersebut saja yang mati di tangan Ken Arok, tapi bisa saja ia Anusapati juga turut mati. Namun tak hanya Anusapati dan Pangalasan yang mati, ibunya Ken Dedes juga terancam akan terbunuh karena ibunya yang membocorkan informasi akan peristiwa pembunuhan Tunggul Ametung.
Usaha pun disusun, di suatu senja Ken Arok yang sedang makan di ruang makan didatangi Pangalasan utusan Anusapati dan langsung menikam keris Mpu Gandring ke punggung Ken Arok. Saat itu juga Ken Arok langsung mati dengan kesaktian keris Mpu Gandring, Ken Arok dinyatakan meninggal pada Kamis pon waktu Landep atau waktu senja, dan matahari baru saja tenggelam tahun Saka 1169 atau 1247 Masehi.
Setelah berhasil membunuh Ken Arok, si Pangalasan ini langsung melarikan diri menghadap atasannya. Ia melaporkan kematian Ken Arok, sesuai dengan instruksi yang diperintahkan Anusapati. Usai melaksanakan tugas dan melaporkan ke Anusapati, gantian Pangalasan tersebut yang akhirnya dibunuh oleh Anusapati untuk menghilangkan jejak.
Saat itulah tersiar kabar bahwa Raja Ken Arok meninggal akibat dibunuh oleh para orang Batil. Pembunuhan yang dilakukan Anusapati terhadap Pangalasan, ini dilakukan untuk mencitrakan bahwa dirinya berhasil melumpuhkan pelaku pembunuhan dan memberikan hukuman kepada orang yang telah membunuh Ken Arok.
Dari sanalah riwayat Ken Arok pun tamat, lika - liku Ken Arok dari anak tidak jelas dan sempat menjadi gembong perampok dan begal, kemudian menjadi brahmana, hingga menjadi Raja Tumapel. Sementara usai matinya Ken Arok, Anusapati dengan skema bahwa dirinya yang berhasil melumpuhkan pelaku pembunuhan Ken Arok, akhir mau naik tahta menjadi penguasa Tumapel.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.