Peringati Tragedi 11 September, Biden Serukan Persatuan

Vanessa Nathania, Okezone · Sabtu 11 September 2021 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 11 18 2469770 peringati-tragedi-11-september-biden-serukan-persatuan-HD8MtFAuPv.jpg Presiden AS Joe Biden serukan persatuan saat persiapan peringati serangan 11 September (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyerukan persatuan saat bersiap memperingati para korban serangan 11 September.

Dalam sebuah video yang dirilis pada malam peringatan ke-20, ia memberikan penghormatan kepada 2.977 orang yang kehilangan nyawa akibat tragedi kemanusiaan itu.

"Kami menghormati semua orang yang mempertaruhkan dan memberikan hidup mereka dalam hitungan menit, jam, bulan, dan tahun setelahnya," terangnya.

Acara peringatan dijadwalkan akan diadakan pada Sabtu (11/09) waktu setempat.

"Tidak peduli berapa lama waktu telah berlalu, peringatan ini membawa kembali semua rasa sakit seperti baru saja mendapat berita beberapa detik yang lalu,” lanjutnya.

(Baca juga: Rencanakan Serangan Mirip 9/11, Militan Asal Kenya Didakwa di AS)

Dia mengakui adanya kekuatan yang lebih gelap dari sifat manusia - seperti, ketakutan, kemarahan, kebencian dan kekerasan terhadap Muslim Amerika yang mengikuti serangan tersebut, tetapi dia juga mengatakan bahwa persatuan tetap menjadi "kekuatan terbesar" AS.

"Kami belajar bahwa persatuan adalah satu hal yang tidak boleh putus," tambahnya.

Biden bersama ibu negara, Jill Biden direncanakan akan memimpin peringatan pada Sabtu (11/9) waktu setempat dan akan mengunjungi tiga lokasi penyerangan.

(Baca juga: Jelang Pelantikan Joe Biden, Monumen Washington Ditutup untuk Wisata)

Menurut rencana akan ada enam momen mengheningkan cipta untuk mengenang kembali peristiwa saat dua menara World Trade Center ditabrak dan jatuh, dan saat-saat Pentagon diserang, serta Penerbangan 93 jatuh.

Peringatan itu diadakan pada saat yang sulit bagi Biden, ketika dirinya tengah menghadapi kritik keras dalam beberapa pekan terakhir atas penarikan AS dari Afghanistan, yang dimulai kurang dari sebulan setelah serangan 11 September.

Biden telah berjanji untuk meninggalkan Afghanistan pada peringatan 20 tahun serangan ini, dan mengatakan tidak mungkin Taliban dapat merebut negara itu. Namun sebaliknya, kelompok militan telah mengambil alih kota besar pertama dan merebut ibu kota dalam waktu kurang dari 10 hari.

Sementara itu Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengatakan, serangan itu gagal mengguncang keyakinan warga Inggris terhadap kebebasan dan demokrasi. Sebanyak 67 warga Inggris menjadi korban tewas dalam serangan 11 September.

Seperti diketahui, serangan itu, direncanakan oleh Al-Qaeda dari Afghanistan. Empat jet penumpang AS disita oleh pelaku bunuh diri - dua di antaranya ditabrakkan ke Menara Kembar World Trade Center di New York.

Pesawat ketiga menabrak Pentagon, tepat di luar ibukota AS, Washington DC, dan pesawat keempat jatuh di sebuah lapangan di Pennsylvania setelah penumpang melawan pelaku bunuh diri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini