Menlu Prancis Tuding Taliban Berbohong Soal Pemerintahan Baru

Agregasi VOA, · Senin 13 September 2021 05:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 18 2470310 menlu-prancis-tuding-taliban-berbohong-soal-pemerintahan-baru-Qr3lV3gdNV.jpg Menlu Prancis Jean-Yves Le Drian (Foto: Uni Eropa)

PRANCIS - Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian, pada Sabtu (11/9) malam, mengatakan Taliban berbohong dan Prancis tidak akan menjalin hubungan apapun dengan pemerintahan yang baru terbentuk.

Pernyataan itu disampaikan sebelum bertolak ke Qatar untuk mengadakan perundingan Minggu (12/9) mengenai evakuasi di masa mendatang dari Afghanistan.

"Mereka mengatakan akan memperbolehkan sejumlah warga asing dan warga Afghanistan untuk pergi dengan bebas dan membahas tentang pemerintahan yang inklusif dan representatif, tapi mereka berbohong," kata Le Drian di France 5 TV.

(Baca juga: PBB Peringatkan Afghanistan Butuh Dana, untuk Cegah Kehancuran Ekonomi dan Kelaparan)

"Prancis menolak untuk mengakui atau menjalin hubungan apapun dengan pemerintahan ini. Kami ingin Taliban mengambil sikap dan mereka akan membutuhkan bantuan ekonomi dan hubungan internasional. Terserah mereka," ujarnya.

Paris telah mengevakuasi sekitar 3.000 orang dan telah mengadakan perundingan teknis dengan Taliban untuk memungkinkan terjadinya prosesi itu.

(Baca juga: Sejak Taliban Berkuasa, Semakin Banyak Jamaah Sholat di Masjid)

Le Drian, yang bertolak ke Doha pada Minggu (12/9), mengatakan masih ada beberapa warga negara Prancis dan ratusan warga Afghanistan yang memiliki keterikatan dengan Prancis di negara itu.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini