Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Adisucipto, Gugur Usai Pesawatnya Ditembak Belanda

Mohammad Adrianto S , Jurnalis-Senin, 13 September 2021 |06:00 WIB
Kisah Adisucipto, Gugur Usai Pesawatnya Ditembak Belanda
Adisucipto. (Wikipedia)
A
A
A

JAKARTA - Agustinus Adisucipto adalah pahlawan nasional yang memelopori gagasan-gagasan untuk TNI AU di masa mendatang. Jasanya terhadap dunia penerbangan Indonesia membuat dirinya dijuluki sebagai Bapak Penerbangan Indonesia.

Adisucipto meninggal di usia belia, yakni 31 tahun. Menyadur dari situs TNI AU (tni-au.mil.id), mengisahkan cerita di balik gugurnya Adisucipto.

Selain berkarier di dunia militer, Adisucipto merupakan diplomat yang bertugas menangani masalah-masalah, khususnya sarana pertahanan udara dengan luar negeri. Salah satu bukti kerja Adisucipto saat itu, Indonesia berhasil mendapat bantuan pelatih dan instruktur dari negara-negara sahabat, seperti Filipina dan India untuk Sekolah Penerbangan yang dia bina.

Suatu waktu, TNI AU perlu pesawat terbang baru. Adisucipto melakukan berbagai macam cara, salah satunya dengan melakukan kunjungan ke luar negeri. Ia berkunjung ke India, dan bertemu Perdana Menteri India, Sri Jawaharlal Nehru.

Nehru memperkenalkan Adisucipto kepada seorang industrialis bernama Patnaik, untuk mencari pesawat sesuai kebutuhan TNI AU. Dalam pertemuan itu, Patnaik meminjamkan sebuah pesawat model Dakota VL-CLA.

Pesawat itu akan digunakan untuk mengangkut obat-obatan kebutuhan Palang Merah Indonesia (PMI). Setelah dari India, Adisucipto ditemani Prof Dr Abdurrachman Saleh, bertolak ke Singapura untuk meminta izin kepada penguasa negara pada saat itu, Belanda dan Inggris, melanjutkan membawa obat-obatan.

Baca Juga : Kisah Adisucipto, Bapak Penerbang RI Penggagas Sekolah Penerbangan Pertama

Tanggal 29 Juli 1947, Adisucipto berangkat dari Singapura untuk mengantar obat-obatan ke Yogyakarta. Namun, mendekati Yogyakarta, pesawat Kittyhawk punya Belanda menembakkan peluru ke pesawat Indonesia. Hal ini mengakibatkan pesawat jatuh menabrak pohon dan terbakar.

Penembakan terjadi di dekat daerah Jatingarang. Adisucipto bersama 7 orang lainnya gugur dalam insiden tersebut.

Jenazah para pahlawan itu kemudian dimakamkan di pemakaman Pakuncen, Yogyakarta. Saat itu bendera Indonesia, bendera Inggris dan bendera India berkibar setengah tiang tanda berduka cita. TNI AU telah kehilangan salah seorang pelopor dan pahlawannya demi menjalankan sebuah misi mulia.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement