Otoritas Meksiko Selamatkan 22 Warga Asing yang Diculik di Hotel

Antara, · Rabu 15 September 2021 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 18 2471874 otoritas-meksiko-selamatkan-22-warga-asing-yang-diculik-di-hotel-glpglh10uu.jpg Hotel Sol y Luna (Foto: Reuters)

MEXICO CITY - Otoritas Meksiko pada Selasa (14/9) menyelamatkan 22 warga asing yang pada hari sebelumnya diculik ketika orang-orang bersenjata menyerbu sebuah hotel di Negara Bagian San Luis Potosi di Meksiko tengah.

Sebagian besar dari para warga asing yang diculik itu berasal dari Kuba dan Haiti.

Orang-orang bersenjata itu juga menculik 16 warga Meksiko ketika mereka menyerbu hotel Sol y Luna di Matehuala, sekitar 195 kilometer di utara Kota San Luis Potosi --ibu kota San Luis Potosi.

Jaksa agung Negara Bagian San Luis Potosi, Arturo Garza Herrera, dalam pernyataan mengatakan para warga Meksiko itu dibebaskan lebih awal tetapi warga negara asing diculik dan harus diselamatkan di daerah terpencil di jalan antara Matehuala dan San Luis Potosi.

Para warga asing itu akan dipindahkan ke Kota San Luis Potosi untuk diberi makan dan penanganan medis.

(Baca juga: Otoritas Meksiko Identifikasi 44 Mayat yang Ditemukan Dalam Sebuah Sumur)

Namun, kantor Garza tidak memberikan keterangan rinci mengenai tindakan penyelamatan atau menyebutkan apakah ada warga asing yang terluka.

Sementara sebagian besar orang asing yang diselamatkan adalah warga Haiti dan Kuba, sebelumnya ada laporan bahwa beberapa warga Venezuela termasuk di antara mereka yang diculik, kata kantor Garza dalam pernyataan.

Tiga anak di bawah umur dan seorang wanita hamil termasuk di antara mereka yang diculik.

 (Baca juga: Otoritas Meksiko Temukan Kuburan Rahasia Korban Kartel Narkoba)

"Saya akan memberi tahu lembaga migrasi agar mereka bisa terlibat karena kami tidak tahu status migrasi orang-orang ini," terang Garza.

 Banyak migran, yang berharap bisa mencapai Amerika Serikat, menghadapi bahaya besar di jalan. Mereka berisiko mengalami penculikan, pemerasan, pemerkosaan, dan bahkan pembunuhan.

Beberapa migran bahkan dipaksa bekerja untuk kartel-kartel narkoba yang memperebutkan rute perdagangan narkoba.

Pada Juni, sebuah kelompok hak asasi manusia melaporkan sekitar 3.300 migran yang terdampar di Meksiko diculik, diperkosa, diperdagangkan, atau diserang.

Para migran itu terdampar di Meksiko sejak Januari karena terbentur kebijakan perbatasan yang diterapkan Amerika Serikat.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini