Nani Apriliani, Tersangka Kasus Sate Beracun Jalani Sidang Perdana Besok

Agregasi Solopos, · Rabu 15 September 2021 16:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 510 2471830 nani-apriliani-tersangka-kasus-sate-beracun-jalani-sidang-perdana-besok-hTzdR3C7Cw.jpg Nani Apriliani (Foto: Antara)

BANTUL — Nani Apriliani Nurjaman, tersangka kasus sate beracun di Bantul, DIY bakal duduk di kursi pesakitan besok, Kamis 16 September 2021. Dia akan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Bantul.

Namun, sidang akan digelar secara daring atau online. Nani akan menjalani sidang di Rutan Wanita Wonosari, sedangkan penasehat hukum, penuntut umum dan hakim akan menjalani sidang di PN Bantul.

Penasehat Hukum Nani, R Ary Widodo, memastikan kondisi kliennya sehat dan siap menjalani sidang perdana. “Kami masih menunggu nanti materi apa saja yang akan didakwakan. Jadi kami lihat nanti saat pembacaan dakwaan,” kata Ary, Rabu (15/9/2021).

Sementara itu, Jogja Police Watch (JPW) ingin agar sidang tersebut bisa mereka pantau. Untuk itu, mereka mengirimkan surat permohonan kepada Ketua Komisi Yudisial (KY) dengan tembusan Ketua PN Bantul, Rabu.

Nani Foto: Ist 

Menurut Kadiv Humas JPW, Baharuddin Kamba, ada tiga alasan mengapa pihaknya sangat ingin mengikuti jalannya persidangan kasus satai beracun tersebut. Pertama, kasus ini menjadi perhatian publik DIY karena mengakibatkan seorang anak dari pengemudi sepeda motor ojek online bernama Naba Faiz Prasetya meninggal dunia. Naba jadi korban salah sasaran karena target yang ingin Nani racun sebenarnya adalah Aiptu Y. Tomy Astanto, anggota Polresta Jogja.

Kedua, kata dia, supaya tidak ada lagi hakim yang melanggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) serta peradilan semakin bersih dan baik. “Terakhir, independensi hakim dalam perkara ini tetap terjaga,” katanya.

Pasal Berlapis

Terpisah, Kajari Bantul, Suwandi, mengatakan Nani akan dijerat dengan pasal berlapis. Yakni Pasal 340 KUHP, 338 KUHP, Pasal 80 Ayat (3) tentang Undang-Undang Perlindungan Anak, Pasal 351 Ayat (3) KUHP, dan 359 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Lebih lanjut, Suwandi menyatakan penerapan pasal berlapis ini agar Nani mendapatkan hukuman yang setimpal dan tidak bebas. “Meskipun nantinya, pembuktian ada di pengadilan. Kami akan fair saja, karena nanti kami sidangkan di pengadilan dan terbuka untuk umum,” ujar Suwandi.

Sebagaimana diketahui, Nani ditangkap oleh petugas dari Polres Bantul pada 30 April 2021 jam 23.00 WIB di rumahnya, Cepokojajar, Sitimulyo, Piyungan, Bantul. Nani ditetapkan sebagai tersangka setelah mengirimkan satai beracun kepada salah satu penyidik Polresta Jogja, Y Tomy Astanto yang beralamat di Villa Bukit Asri, Kasihan, Bantul.

Satai dikirim lewat jasa ojek online yang dipesan secara offline. Namun, sate  itu justru merenggut jiwa Naba, 10, anak dari Bandiman, driver ojek online yang bertugas mengantar makanan ke rumah Tomy.

Dalam perkembangannya, Nani mengaku mendapatkan ide mengirimkan sate beracun dari R. Di mana R menyatakan jika kalium sianida yang dicampur dalam sate ayam tersebut hanya akan menyebabkan Tomy mulas dan mencret.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini