Pasangan Ini Ijab Kabul di Depan Jenazah Orangtuanya yang Terpapar Covid-19

Acep Muslim, iNews · Jum'at 17 September 2021 17:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 525 2473034 pasangan-ini-ijab-kabul-di-depan-jenazah-orangtuanya-yang-meninggal-karena-covid-19-qbX26s4EB3.jpg Fendi dan Sabila menikah di depan jenazah orangtuanya yang terpapar Covid-19 (Foto: istimewa)

BANJAR - Suasana haru menyelimuti prosesi ijab kabul Fendi Budi Prihatmoko dan Sabila Putri Aningsih. Keduanya melangsungkan pernikahan di depan jenazah orangtua Fendi yang meninggal dunia setelah terapapar Covid-19.

Ruang pemulasaraan janazah di RSUD Banjar disulap sederhana sebagai lokasi pernikahan. Tak ada dekorasi mewah pernikahan, hanya karpet hijau dibentangkan lengkap dengan penghulu dan saksi-saksi yang menjadi syarat pernikahan.

Kedua pengantin langsung bersebelahan dengan jenazah almarhumah ibunda Fendi yang sudah diletakkan di dalam peti jenazah sesuai prokes Covid-19.

Derai air mata tak terbendung oleh pengantin. Dengan sekali helaan nafas, Fendi mantap melafalkan ijab kabulnya. "Sah," timpal sang penghulu, Jumat (17/9/2021).

Perhikahan ini ditutup oleh Sabila yang mencium tangan Fendi pertanda sahnya kedua pasangan ini menjadi pasangan suami istri.

Baca juga: Perjuangan Petugas Pemulasaran Jenazah Covid-19, Susuri Jalan Ekstrem Setapak untuk ke Pemakaman

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Banjar Rusyono mengatakan bahwa pernikahan Fendi dan Sabila berlangsung sehari lebih cepat karena orangtuanya meninggal karena Covid-19.

Menurut dia, Siti Barokah (53) meninggal dunia setelah mendapatkan perawan di rumah sakit.

Baca juga: Kasus Covid-19 Turun, Pemakaman Jenazah di TPU Rorotan Berkurang Drastis

"Ini tadisi kalau ada pihak orangtua yang meninggal kalau tidak dinikahkan di depan jenazah maka menikahnya tahun depan. Ini tradisi Jawa," kata dia.

Rusyono menambahkan, Siti Barokah merupakan pasien Covid-19 dengan komorbid gula dan hipertensi. "Dia dirawat masuk pada 10 da isolasi pada 11 September dan meninggal pada 16 September," jelas dia.

Menurut Rusyono, prosesi pernikahan berlangsung aman asal para peserta dan pengantin menggunakan masker karena jenazah telah berada di dalam peti.

"Yang paling bahaya itu pada saat mandikan. Yang hadir keluarga saja," tutur dia.

Baca juga: Terjadi Lagi, Keluarga Jemput Paksa Jenazah Pasien Covid-19 dan Rusak Fasilitas RS

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini