Jaga Keberlanjutan, MIND ID Kembangkan SDM Masa Depan

Agustina Wulandari , Okezone · Rabu 22 September 2021 16:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 1 2475315 jaga-keberlanjutan-mind-id-kembangkan-sdm-masa-depan-XsPid6ernZ.jpg MIND ID Kembangkan SDM Masa Depan. (Foto: Dok.MIND ID)

JAKARTA - Mining Industry Indonesia (MIND ID) yang merupakan BUMN Holding Industri Pertambangan punya tanggung jawab besar untuk memajukan dunia pertambangan Indonesia. Apalagi pemerintah memberikan tiga amanat penting agar MIND ID menjadi pemain di kancah global dalam dunia pertambangan.

Untuk bisa menjadi pemain global, sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu aspek strategis. Talenta Grup MIND ID harus cakap menjawab kebutuhan dan tantangan global. Insan Grup MIND ID harus memastikan keberlanjutan dari sumber daya mineral yang dikelola agar memberikan kontribusi maksimal dalam jangka panjang bagi Indonesia.

Baca Juga: Dilepas Freeport, Begini Nasib Tambang Emas Blok Wabu

Direktur Layanan Strategis MIND ID Ogi Prastomiyono menjelaskan tiga amanat utama dari pemerintah ke MIND ID, pertama adalah mengelola cadangan mineral strategis dan batu bara yang ada di Indonesia.

“Indonesia punya banyak cadangan mineral dan batubara yang masih berumur panjang. Tapi apakah kita mampu mengelola cadangan tersebut atau tidak? Itu yang harus dijawab dan dilakukan MIND ID ke depan," ujar Ogi.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa mengelola saja tidak cukup saat ini. Dulu Indonesia hanya menambang saja. Lalu mengekspor material mentah tersebut ke pasar luar negeri. Sayangnya, setelah diolah di luar negeri, nilainya makin tinggi kemudian masuk lagi ke Indonesia.

"Pemerintah ingin MIND ID agresif melakukan hilirisasi dari sumber daya mineral yang dimiliki, untuk meningkatkan nilai tambah bagi negara," ucap Ogi.

Ogi menjelaskan jika merujuk GDP, angka kontribusi galian hanya tujuh sampai delapan persen saja. Padahal, jika di dalam negeri bisa melakukan prosesing minimal barang setengah jadi atau sampai pada end user maka nilainya bisa naik empat sampai lima kali lipat. Kemudian, amanat kedua yakni mendorong hilirisasi.

Selanjutnya, amanat ketiga adalah dalam melakukan operasional harus bisa efisien dan efektif. Poin ketiga ini menjadi pilar penting dalam industri pertambangan agar hasil dari pengolahan yang dilakukan bisa memiliki nilai ekonomi yang bersaing di dunia internasional.

"Untuk bisa menjawab tiga amanat tersebut, perlu kapabilitas organisasi dan kompetensi individual yang cakap," tutur Ogi.

Ogi pun menjelaskan perlu upaya internal untuk bisa mempersiapkan individu yang terampil yang cakap menjawab tiga amanat tersebut.

"Sejak 2019 kami menyelenggarakan dua program pengembangan SDM. Senior Leader Development Program (SLDP) dan Emerging Leaders Development Program (ELDP)," ujar Ogi.

SLDP sendiri, lanjut Ogi, adalah mempersiapkan individu yang berada di posisi satu tingkat di bawah direksi di semua Anggota MIND ID agar menjadi pemimpin yang cakap. Ada banyak tenaga ahli di dalam MIND ID misalnya ahli dalam bidang smleter, ahli dalam bidang penjualan ataupun operasional pertambangan.

"Namun sebagai direksi, ahli dalam satu bidang saja tidak cukup. Untuk kelak bisa menjadi direksi di anak usaha ataupun cucu usaha MIND ID, individu harus terampil dalam menjalankan sebuah bisnis," katanya.

Maka, MIND ID pun sejak 2019 lalu membuka kelas SLDP ini yang berdurasi selama sembilan bulan. Para individu yang masuk program SLDP ini akan mengikuti kelas dan sekaligus melakukan action learning project.

"Sebelum pandemi, peserta selama dua pekan ditempatkan ke perusahaan multinasional di luar negeri untuk belajar bagaimana menjalankan sebuah perusahaan besar," ujar Ogi.

Ia pun menceritakan SDM bertalenta ini tak jarang mulanya kurang percaya diri atas potensinya. Namun, setelah melalui program ini kepercayaan diri mereka meningkat karena wawasan dan pengalamannya bertambah setelah melakukan studi banding dan pengasahan talenta.

Program ini kata Ogi sudah berjalan dan sudah menghasilkan individu yang mumpuni untuk menjadi calon pemimpin masa depan MIND ID.

"Hasilnya cukup terbukti. Dari SLDP, ada yang sudah jadi direksi di ANTAM dan TIMAH. Beberapa lulusan program SLDP sekarang sedang menjalankan anak usaha dan cucu usaha di Grup MIND ID. Mereka wawasannya sudah lengkap. Aspek teknikal, manajerial dan juga soft skill," katanya.

Sedangkan program lainnya adalah Emerging Leader Development Program (ELDP). Program ini dikhususkan bagi individu yang berada di posisi dua tingkat di bawah direksi. Dalam satu periode, MIND ID memberikan kesempatan bagi 25 karyawan yang bisa ditingkatkan kemampuannya untuk menjadi direksi di masa depan.

"ELDP lebih banyak ditujukan kepada milenial. Tak hanya bagi mereka yang bekerja di kantor saja, tetapi juga para operator dan penanggung jawab di wilayah operasional pertambangan," ucap Ogi.

Ogi menjelaskan, program ELDP ini berdurasi selama satu tahun. Sembari melakukan pekerjaan sesuai job description mereka saat ini, peserta ELDP wajib mengikuti kelas secara online untuk program pengayaan kemampuan. Nantinya, setelah kelas peningkatan soft skill, peserta akan ditempatkan di perusahaan multinasional selama tiga bulan.

"Tidak hanya dikelas tapi ada action learning project. Para peserta ELDP, selama tiga bulan di perusahaan global akan belajar bagimana menjalankan perusahaan," katanya.

Peserta yang berada di wilayah remote sekalipun memiliki kesempatan yang sama. Mereka wajib mengikuti kelas secara online dan belajar melalui model yang ada di dalam sebuah platform pengembangan SDM bernama EMS.

Ogi berharap melalui dua program internal development ini MIND ID kedepan punya talenta yang siap untuk membawa perusahaan lebih maju ke depannya. Tak hanya cakap dalam satu bidang namun individu yang mengikuti dua program akselerasi ini bisa menjadi talenta yang menguasai banyak bidang. Dua program ini akan terus dilaksanakan oleh MIND ID.

CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini