Wapres AS Minta Bentuk Dana Global Rp142 Triliun untuk Hadapi Pandemi di Masa Depan

Antara, · Kamis 23 September 2021 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 23 18 2475815 wapres-as-minta-bentuk-dana-global-rp142-triliun-untuk-hadapi-pandemi-di-masa-depan-88kLDNFoIv.jpg Wapres AS Kamala Harris (Foto: Antara/Reuters)

WASHINGTON - Wakil Presiden Amerika Serikat (Wapres AS) Kamala Harris pada Rabu (22/9) meminta negara-negara dan perusahaan di seluruh dunia untuk menciptakan dana kesehatan global senilai USD10 miliar (Rp142 triliun) untuk persiapan menghadapi pandemi di masa depan.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Harris juga mengumumkan kontribusi senilai USD250 juta (Rp3,5 triliun) untuk memulai upaya pembentukan dana global itu.

Wapres AS akan menyampaikan permintaan pengumpulan dana global itu selama pertemuan tingkat tinggi virtual tentang Covid-19 yang diadakan di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pertemuan itu berfokus membahas upaya untuk meningkatkan vaksinasi di seluruh dunia dengan tujuan mengakhiri pandemi Covid-19 pada akhir 2022.

 (Baca juga: Kamal Harris: AS Fokus Evakuasi Warganya dari Afghanistan)

Seorang pejabat senior pemerintah AS menjelaskan Harris akan memimpin sesi pertemuan yang membahas pencegahan pandemi di masa depan.

"Kepemimpinannya selama beberapa bulan terakhir telah mencakup keterlibatan yang sangat spesifik dalam mempersiapkan diri untuk pandemi berikutnya," kata seorang pejabat senior pemerintah AS tentang Harris.

 (Baca juga: Tekan Arus Migrasi, Wapres AS Minta Warga Amerika Tengah Jangan Datang)

"Dia (Harris) mengatakan bahwa kita jelas tidak siap untuk pandemi berikutnya," kata pejabat itu. Dia menambahkan bahwa untuk bersiap, semua pihak perlu membangun sumber daya untuk membantu negara-negara berpenghasilan rendah dan menerapkan semacam struktur tata kelola peringatan dini pandemi.

Selama pidatonya, Harris juga akan meminta negara-negara untuk membuat suatu dewan penanganan ancaman kesehatan global, yang akan membawa pembahasan tentang ancaman biologis ke tingkat kepala negara untuk mendorong akuntabilitas di antara negara-negara, kata pejabat itu.

Sebelumnya pada Rabu (22/9) pagi, pemerintah AS berjanji untuk membeli 500 juta lebih dosis vaksin Covid-19 untuk disumbangkan ke negara-negara lain karena AS menghadapi tekanan yang meningkat untuk berbagi pasokan vaksinnya dengan seluruh dunia.

AS juga telah dikritik karena merencanakan pemberian suntikan vaksin penguat (booster) untuk warga AS yang telah divaksin lengkap sementara jutaan orang di seluruh dunia masih belum mendapatkan vaksin sama sekali.

Negara-negara lain, termasuk Inggris dan Israel, juga telah memulai kampanye penggunaan vaksin penguat.

Pejabat Gedung Putih mengatakan Dana Perantara Keuangan untuk Keamanan Kesehatan Global yang baru akan dibentuk di Bank Dunia untuk menggabungkan seluruh sumber daya untuk kesiapsiagaan pandemic.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini