Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pertempuran Sengit Mahisa Nabrang Vs Ranggalawe yang Berakhir Tragis

Tim Okezone , Jurnalis-Jum'at, 24 September 2021 |23:17 WIB
Pertempuran Sengit Mahisa Nabrang Vs Ranggalawe yang Berakhir Tragis
Ilustrasi pertempuran pada zaman kerajaan. (Foto: ijir.iain-tulungagung-ac.id)
A
A
A

Ranggalawe yang terpeleset batu berhasil ditenggelamkan ke air oleh Mahisa Nabrang. Sesudah kehabisan napas, Ranggalawe gugur di tempat. Mengetahui Ranggalawe tewas, Lembu Sora menikam Mahisa Nabrang dari belakang hingga tewas. Panglima Majapahit itu pun turut meregang nyawa di Sungai Tambak Beras.

Setelah tewasnya Ranggalawe pada 1295, Arya Wiraraja merasa sakit hati kepada Dyah Wijaya dan memutuskan untuk mundur dari jabatannya. Arya Wiraraja menagih janji Dyah Wijaya yang diucapkan di Sumenep melalui Perjanjian Songeneb, untuk membagi wilayah Majapahit menjadi dua bagian.

Janji itu pun dipenuhi oleh Dyah Wijaya, Majapahit bagian timur hingga selatan sampai pantai diserahkan ke Arya Wiraraja. Sesudah mendapat kekuasaan, Arya Wiraraja menjadi raja Majapahit Timur dengan pusat pemerintahan di Lumajang. Sementara Majapahit Barat dengan pusat pemerintahan di Majakerta, tetap dikuasai oleh Dyah Wijaya. 

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement