JAKARTA - Pandemi Covid-19 dinilai memberi hikmah kepada bangsa Indonesia. Antara lain, terungkapnya kelemahan-kelemahan fundamental yang harus menjadi titik awal pekerjaan besar bangsa ke depan.
(Baca juga: Kesaksian Mencengangkan Pak RT Usai Yosef Berniat Pergi Setelah Temukan Jasad Tuti dan Amalia)
Demikian diutarakan Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, saat memberi sambutan dalam acara Mujahadah Sholawat Ummi, di komunitas Alam Jabar di Rancaekek, secara virtual, Jumat (24/9/2021) malam.
Menurut LaNyalla, kelemahan-kelemahan fundamental itu harus segera dibenahi secara menyeluruh dan harus menyentuh akar persoalannya. "Akar persoalan yang terjadi di republik ini adalah belum terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata LaNyalla.
(Baca juga: Polisi Buru Dukun Cabul Pelaku Tumbal Pesugihan Anak di Bawah Umur)
Ditambahkannya, perbaikan atas persoalan-persoalan fundamental tersebut hanya dapat dilakukan melalui penyempurnaan Konstitusi. Karena harus dimulai dengan perbaikan sistem ketatanegaraan, penguatan lembaga perwakilan dan membuka peluang bagi putra putri terbaik bangsa untuk menjadi pemimpin nasional, hingga koreksi atas arah kebijakan perekonomian nasional.
"Itu semua harus ditempuh melalui Amandemen Konstitusi. Inilah alasan mengapa DPD RI mengajak elemen masyarakat untuk mendukung upaya Amandemen Konstitusi dengan menekankan kepada satu semangat yaitu sebagai momentum untuk melakukan koreksi atas arah perjalanan bangsa ini. Sehingga cita-cita luhur para pendiri bangsa, termasuk cita-cita luhur para ulama pejuang di masa sebelum kemerdekaan dapat kita wujudkan," lanjut dia.
Dalam memperjuangkan kebenaran demi perbaikan bangsa dan negara, lanjut LaNyalla, harus dilakukan dengan penuh kesungguhan. Dalam Islam dikenal tiga istilah yang berakar pada kata dasar yang sama, yaitu Ij’tihad, Mujahadah, dan Jihad. Semua itu merupakan pengembangan dari kata dasar Jahada, yang berarti kesungguhan.