Korut Luncurkan Rudal Saat Utusannya Berpidato di PBB

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 28 September 2021 10:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 18 2477935 korut-luncurkan-rudal-saat-utusannya-berpidato-di-pbb-Specy1ajFY.JPG Foto: Reuters.

NEW YORK - Korea Utara telah menembakkan amunisi yang tidak teridentifikasi di lepas pantai timurnya, menurut keterangan sumber militer Jepang dan Korea Selatan, yang dikutip media lokal. Peluncurn amunisi itu bertepatan saat utusan Pyongyang menyampaikan pidato di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. 

Menurut laporan Kyodo News dan NHK, Pemerintah Jepang mengumumkan peluncuran “diduga rudal balistik” dari Korea Utara Pada Selasa (28/9/2021). Sementara itu Yonhap melaporkan bahkan Korea Utara menembakkan setidaknya satu proyektil “tidak dikenal” ke Laut Timur.

BACA JUGA: Korut Sukses Uji Coba Rudal yang Diluncurkan dari Kereta Api 

Laporan-laporan tentang peluncuran amunisi itu muncul di saat Duta Besar Korea Utara untuk PBB, Kim Song, menyampaikan pidato di hadapan Majelis Umum PBB di New York, demikian diwartakan RT.

Dalam pidatonya Song berulang kali mengutuk apa yang dia sebut sebagai “kebijakan bermusuhan” terhadap Pyongyang dari Amerika Serikat (AS) dan negara-negara sekutu, termasuk penempatan ribuan tentara Amerika di Korea Selatan.

“Kebijakan bermusuhan AS terhadap DPRK menemukan ekspresinya yang paling jelas dalam ancaman militernya terhadap kami,” katanya, menggunakan akronim untuk nama resmi negaranya, Republik Rakyat Demokratik Korea.

BACA JUGA: Korut Luncurkan Rudal Setelah Nyatakan Bersedia Kembali Berunding dengan AS

Dia juga mengatakan bahwa meski Korea Utara tidak pernah melakukan satu pun latihan militer di dekat wilayah AS, Washington telah secara teratur menggelar “demonstrasi militer yang bersifat mengintimidasi” di Semenanjung Korea dan di perairan Korea bersama dengan Seoul selama beberapa dekade terakhir.

Kim Song juga menyatakan bahwa sementara banyak negara anggota PBB percaya bahwa antagonisme dengan AS semata-mata berasal dari kepemilikan senjata nuklir Korea Utara, ia berpendapat bahwa bukan itu masalahnya. Dia mencatat bahwa kebijakan permusuhan AS dimulai jauh sebelum Korea Utara mengembangkan nuklirnya sendiri gudang senjata.

“Sejak hari pertama berdirinya DPRK, AS tidak mengakui kedaulatan kami, memperlakukan kami sebagai negara musuh dan secara terbuka menunjukkan permusuhannya terhadap sistem sosialis yang dipilih oleh rakyat kami,” kata Kim.

AS, kekuatan nuklir terbesar di dunia, telah menimbulkan ancaman nuklir dan memusuhi DPRK selama lebih dari 70 tahun. Kebijakan permusuhan AS terhadap DPRK sama sekali tidak abstrak. [Kami menghadapi] ancaman militer dan tindakan permusuhan dari AS setiap hari.

Jika dikonfirmasi, peluncuran rudal terbaru yang dilaporkan merupakan uji coba senjata utama keenam Pyongyang yang dilakukan sejauh ini pada 2021. Awal bulan ini, media pemerintah Korea Utara melaporkan keberhasilan peluncuran amunisi baru, yang mengikuti serangkaian tes pada minggu-minggu sebelumnya, yang dilaporkan melibatkan rudal jelajah jarak jauh yang baru dikembangkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini