Para pengecam mengkritisi langkah presiden itu sebagai kudeta yang mengancam demokrasi Tunisia yang baru seumur jagung.
Presiden Kais Saied mengatakan ia justru bertindak untuk menyelamatkan negara itu, di tengah kerusuhan karena masalah keuangan dan cara pemerintah menangani pandemi virus corona.
Belum jelas berapa besar kekuasaan Ramadhane. Pekan lalu Presiden Kais Saied mengeluarkan dekrit presiden yang memperkuat kekuasaannya yang sudah hampir total. Ia juga mengumumkan rencana pembentukan pemerintahan transisi dan aturan pemilu yang baru.
(Erha Aprili Ramadhoni)